Minggu, 12 April 2026

Tegal Parang Tak Punya Lahan untuk Taman Terbuka

Impian warga Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, memiliki Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sulit terwujud.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Agus Himawan
Warta Kota/Feriyanto Hadi
Seorang pegawai menunjukkan kolam ikan yang ada di lahan serbaguna di RW 04 Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019) 

Impian warga Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, memiliki Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sulit terwujud.

Padatnya kawasan itu membuat pihak kelurahan sulit mencari lahan dengan luas minimal 700 meter persegi yang bisa dimanfaatkan untuk taman.

"Kawasan ini sudah begitu padat. Kami sudah cari lahan, termasuk milik swasta atau perorangan. Tapi, memang tidak ada yang seluas itu," kata Achmad Yani, Lurah Tegal Parang, kepada Warta Kota, Jumat (19/4/2019).

Kelurahan Tegal Parang terdiri atas 66 RT dan tujuh  RW dengan luas wilayah 105,60 hektare. Sebagian besar meupakan pemukiman penduduk dengan 80 persen digunakan untuk perumahan dan pekarangan, 4 persen untuk tanah wakaf dan makam, serta 10 persen untuk industri kecil.

Adapun pemukiman penduduk di kawasan ini begitu padat, terhubung melalui jalan-jalan kecil maupun gang.

Di jalan kecil atau gang itu kerap dimanfaatkan anak-anak untuk bermain lantaran sangat terbatasnya ruang publik di sana.

Achmad Yani mengakui, warga Tegal Parang sebenarnya membutuhkan ruang publik atau ruang terbuka hijau sebagai pusat interaksi warga maupun untuk bermain anak.

Warga Kelurahan Ceger Minta RPTRA dalam Usulan Musrenbang

Namun, apa daya hingga saat ini belum ada potensi lahan yang memungkinkan dibangun Taman Maju Bersama atau RPTRA.

Seorang warga Tegal Parang, Sutarjo (45), mengaku prihatin dengan nasib anak-anak di sejumlah lokasi padat di wilayah itu yang tak punya tempat bermain.

"Kalau bermain, ya .. lari-larian di gang saja. Kadang kasihan melihat mereka, kalau kita bandingkan dengan masa kecil kami dulu. Tapi, mau gimana lagi di Tegal Parang memang sudah sangat padat seperti ini," ujarnya.

Warga lainnya, Dian (31), merasakan perubahan yang begitu besar dengan kondisi di Tegal Parang saat ini, terutama soal kepadatan rumah penduduk.

Dian yang lahir di RW05 Tegal Parang sejak puluhan tahun silam kini tak bisa lagi menemukan tempat bermain untuk anaknya.

Pemprov DKI Alokasikan Rp 1,95 Triliun untuk Ruang Terbuka Hijau dan Ruang Terbuka Biru

"Sejak saya masih kecil memang sudah padat juga di sini, cuma dulu yang belakang-belakang masih ada lahan kosong. Sekarang penuh (hunian) semua," katanya.

Berharga

Tahun 2019 ini rencananya akan dibangun 15 Taman Maju Bersama di wilayah Jakarta Selatan, namun tak ada satupun di Kecamatan Mampang Prapatan apalagi di Tegal Parang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved