Sabtu, 25 April 2026

Kronologi Akun Twitter Said Didu Diretas Lalu Serang Ustaz Abdul Somad

Said Didu mengaku hingga kini akun Twitter @saididu tidak bisa diambil alih lagi olehnya.

Warta Kota
penjelasan Said Didu mengenai akun twitternya yang diretas oleh orang tak bertanggung jawab. 

MANTAN Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhamma Said Didu mengatakan, akun Twitter-nya mengeluarkan tujuh cuitan yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad, ketika diretas oleh orang tak dikenal.

Peretasan terjadi ketika ia menonton debat kelima Pilpres 2019. Saat itu, sinyal di lokasi debat diacak, sehingga ia tidak mengakses akun sosial miliknya, baik Twitter maupun Facebook.

“Saat saya nonton debat, akun Twitter diambil alih orang lain karena mereka tahu sinyal di-jammed. Saat saya keluar lokasi usai debat, ternyata Twitter saya tidak bisa diakses,” kata Said Didu di bilangan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2019).

PPATK Anggap Cara Bowo Sidik Pangarso Siapkan Dana Serangan Fajar Konvensional, Kayak Mau Lebaran

Sekira pukul 23.00 WIB, ujarnya, muncul cuitan mendiskreditkan Ustaz Abdul Somad.

“Ada enam sampai tujuh cuitan yang menjelek-jelekkan ustaz,” jelas Said Didu.

"Jadi mulai pada kesempatan ini, saya sampaikan kepada masyarakat bahwa mereka meng-hack akun saya untuk memfitnah orang yang sangat kita hormati," imbuhnya.

Pendukungnya di Batam Banyak yang Pingsan, Jokowi Beberapa Kali Hentikan Pidato

Kemudian, tim IT membantu menelusuri peretasan itu hingga pukul 05.00 WIB.

Said Didu mengaku hingga kini akun Twitter @saididu tidak bisa diambil alih lagi olehnya.

“Akun saya sudah dikuasai orang lain,” ujarnya.

Rizieq Shihab Bakal Ditampilkan dalam Kampanye Terbuka Prabowo-Sandi di Stadion GBK

Namun, akun Facebook-nya sudah bisa ia akses kembali.

Tidak hanya akun media sosial, akun WhatsApp miliknya juga pernah diretas dan dikuasai orang tidak dikenal selama 10 jam pada dua pekan lalu, namun kini sudah berhasil ia kuasai kembali.

Said Didu menduga peretasan akun media sosial miliknya karena ia membongkar kebohongan seusai debat pilpres.

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas dan Lokasi Kantong Parkir Saat Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di SUGBK

“Saya menduga karena akun saya itu spesialis membongkar kebohongan publik usai debat. Setiap debat capres, saya akan ungkap kebohongan dalam debat tersebut,” paparnya.

Dugaan tujuan peretasan itu, kata Said Didu, agar ia tidak bisa membongkar lagi dugaan kebohongan dan digunakan untuk menjelekkan orang lain.

“Saya bukan anggota parpol, tapi saya menggunakan akal sehat saya untuk membuka kebohongan publik via media sosial, sehingga akun saya harus dihentikan,” paparnya.

Prabowo: 17 April Tolong Jaga TPS, Jangan Sampai Ada Hantu dan Tuyul Ikut Nyoblos

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved