Pembunuhan
Warungnya Mendadak Angker Pasca Mutilasi Guru Honorer, Pelaku Sering Teriak-Teriak di Malam Hari
Pemutilasi guru honorer di Blitar, Aris Sugianto seringkali menjerit di malam hari di warungnya, pasca Aris Sugianto mutilasi kepala guru honor
SATU dari dua pelaku mutilasi guru honorer di Blitar, yakni Aris Sugianto seringkali menjerit di malam hari di warungnya, pasca Aris Sugianto mutilasi kepala guru honorer Budi Hartanto.
Diketahui, mendadak kondisi warung milik pembunuh Budi Hartanto angker, pasca Aris Sugianto memotong kepala Budi Hartanto.
Selain Aris Sugianto kerapkali berteriak malam hari, suasana angker warung pembunuh guru honorer ini bahkan menarik perhatian tetangganya.
Diketahui, sempat Aris Sugianto lari terbirit-birit ketakutan keluar dari warungnya, karena diketahui Aris Sugianto tak tahan suasana angker warungnya sendiri.
• Polisi Buru Begal yang Beraksi di Jalan Arjuna Selatan Jakarta Barat
• Berita Foto: Warga Srengseng Sawah Mulai Pasang Tenda untuk TPS Pemilu
• Masuk Masa Tenang, Bawaslu Bekasi juga Larang Kampanye di Medsos dan Whatsapp
WartaKotaLive melansir TribunStyle, tertangkapnya 2 tersangka pelaku pembunuh dan pemutilasi guru honorer Budi Hartanto di Blitar Jawa Timur terus menyisakan cerita yang jadi obrolan masyarakat luas.
Salah satunya, cerita angkernya warung milik Aris Sugianto, salah satu tersangka pembunuh dan pemutilasi guru honorer Budi Hartanto.
Sebelum tertangkap kepolisian, rupanya Aris Sugianto merasa ketakutan sendiri di warung nasi goreng miliknya pada malam-malam setelah pembunuhan Budi Hartanto.
Aris Sugianto acapkali menjerit ketakutan tengah malam sehingga membangunkan tidur tetangga sebelahnya.
Karuan saja tetangga sebelah sampai mengintip, mencari tahu apa yang membuat Aris Sugianto teriak-teriak ketakutan tengah malam.
Mereka menaruh curiga, ada yang tidak beres dan sedang disembunyikan sang pelaku.
Memang Aris Sugianto membuka warung nasi goreng dan masakan Malaysia di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Tetangga pelaku yang ada di sebelah timur warung nasi goreng, Sujilah (65) mengetahui pelaku menjerit-jerit ketakutan pada malam hari seperti orang ketakutan.
"Pelaku sempat menjerit-jerit seperti orang ketakutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/polisi-menemukan-potongan-kepala-budi-hartanto.jpg)