Presiden Bank Dunia: China Penyebab Banyak Utang di Dunia
Presiden Bank Dunia: China penyebab banyak utang di dunia. China bergerak sangat cepat, di mana di beberapa bagian di dunia ada terlalu banyak utang.
Presiden Bank Dunia menyatakan China penyebab banyaknya utang di dunia.
China telah meminjamkan dana sebesar triliunan dollar AS ke negara-negara lain, tanpa kecuali ke AS.
Untuk membiayai inisiatif infrastruktur One Belt, One Road.
WARTA KOTA, PALMERAH--- China penyebab banyaknya utang di dunia.
Hal itu dinyatakan oleh Presiden Bank Dunia, David Malpass.
"Ada banyak tantangan yang dihadapi dunia dalam hal bagaimana Anda memiliki proyek-proyek yang transparan dan berkualitas tinggi, di mana utang bersifat transparan," kata Malpass seperti dilansir CNBC yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (12/4/2019).
• Orang Terkaya di Dunia Tantang Pesaingnya untuk Menaikkan Upah Kerja Per Jam
Menurut Malpass, China bergerak sangat cepat, di mana di beberapa bagian di dunia ada terlalu banyak utang.
Menurut data Departemen Keuangan AS, China telah meminjamkan dana sebesar triliunan dollar AS ke negara-negara lain, tanpa kecuali ke AS.
China memiliki 1,12 triliun dollar AS yang disimpan di obligasi pemerintah AS.
• Bisnis Asuransi Properti Dapat Berkah Meningkatnya Penyaluran Kredit Properti
Malpass selama ini mengkritik upaya pinjaman yang dikucurkan China untuk membiayai inisiatif infrastruktur One Belt, One Road.
Tahun lalu, Malpass mengatakan, utang yang dikucurkan China tersebut membuat negara-negara yang lemah terpapar utang berlebih dan proyek-proyek berkualitas rendah.
Pada Kamis (11/4/2019), Malpass mengindikasikan China bersedia meninjau upaya-upaya tersebut.
• Industri Perbankan Adaptasi Perkembangan Teknologi, Buka Rekening Bank Secara Online
Menurut dia, China ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan negara-negara lain dan ingin menjadi bagian dari sistem dunia.
"Saya mengekspektasikan hal itu akan sukses dan memiliki hubungan yang lebih baik dengan China," kata Malpass.
Selain itu, Malpass juga mengkritik China lantaran mengambil pinjaman berbiaya rendah dari Bank Dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/china-penyebab-banyaknya-utang.jpg)