Breaking News:

TKN Sebut Program Keluarga Harapan Sukses Turunkan Kemiskinan Hingga Dibawah 10 Persen

Ia menjelaskan, dalam PKH terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memamksa anak-anak mereka tetap sekolah

Tribunnews
Misbakhun 

Angka kemiskinan Indonesia yang turun menjadi dibawah 10 persen sesuai data BPS September 2018 disebut sebagai keberhasilan Program Keluarga Harapan atau PKH.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf,  menilai PKH adalah salah satu jurus itu Jokowi untuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 9,66 persen.

“Angka kemiskinan 9,66 persen ini secara akumulatif jumlah penduduk miskinnya itu dari 27 juta menjadi sekitar 25 juta. Artinya jumlah penduduknya bertambah tapi secara akumulatif mengalami penurunan jumlah masyarakat miskin,” kata Juru Bicara TKN Muhammad Misbakhun di Jakarta, Kamis

Misbakhun mengatakan, banyak program yang telah digulirkan pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, seperti penyediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran, termasuk conditional cash transfer seperti PKH.

Menurut dia, PKH merupakan program yang dianggap berhasil dan diakui oleh banyak pihak, termasuk Bank Dunia.

“Program conditional cash transfer Indonesia itu termasuk yang mendapat penghargaan dari Bank Dunia sebagai upaya mengatasi kemiskinan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam PKH terdapat skenario ganda untuk membantu keluarga miskin sekaligus memamksa anak-anak mereka tetap sekolah sehingga indikator indeks pembangunan manusianya juga meningkat.

“Kemudian pelayanan kesehatan, bagaimana mengatasi stunting dan sebagaimnya sehingga dari sisi pelayanan kesehatan juga naik. Sehingga mau tdk mau PKH ini juga salah satu pendorong,” jelas dia.

Misbakhun menyebutkan sejumlah data program ekonomi Jokowi yang dianggap erat kaitannya dengan pemerataan dan belanja social untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

“Program ekonomi Pak Jokowi ini berpihak pada masyarakat sehingga kemiskinan bisa diatasi. Pertumbuhan pada kisaran 5 persen itu diikuti dengan pemerataan. Affirmative action, keberpihakan itu ditegaskan dalam bentuk belanja social yang sangat signifikan. Bagaimana mengangkat derajat masyarakat bawah itu tetap bisa melakukan aktivitas kehidupan mereka sehari-hari dengan kehadiran Negara,” papar dia.

Menurut dia, inilah keberpihakan Jokowi kepada wong cilik. Pemerintah bergerak mengatasi kemiskinan, kesenjangan sosial, dan terus membangun pemerataan. Pertumbuhan ekonomi 5,17 persen itu, kata dia, dalam rangka pemerataan terhadap seluruh masyarakat

“Walaupun pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pembangunan akses, koneksifikas, kemudian dan meningkatkan kualitas infrastruktur tp belanja sosial tetap dilakukan,” kata dia

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved