Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nasional

Prabowo Pasang Target Rupiah Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS pada 2027

Presiden RI Prabowo Subianto Pasang Target Rupiah Rp 16.800-Rp 17.500 per Dolar AS pada 2027

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Istimewa
PRABOWO DPR - Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027. Target tersebut disampaikan dalam pidato Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027.

Target tersebut disampaikan dalam pidato Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Dalam paparannya di hadapan anggota parlemen, Prabowo menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Menurut dia, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter harus diperkuat agar rupiah tetap stabil terhadap mata uang dunia, khususnya dolar AS.

“Strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pemerintah menilai kestabilan rupiah memiliki dampak langsung terhadap inflasi, biaya impor, investasi, hingga daya beli masyarakat.

Karena itu, pengelolaan kurs dipandang menjadi bagian penting dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain mematok target nilai tukar rupiah, Prabowo juga menetapkan sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen pada 2027.

Pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai melalui strategi ekonomi yang dinilai lebih adaptif terhadap dinamika global serta ditopang kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.

Menurut Prabowo, arah kebijakan ekonomi pemerintah akan tetap difokuskan pada penguatan sektor produktif, hilirisasi industri, ketahanan pangan dan energi, serta peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Ia menekankan bahwa disiplin fiskal tetap menjadi perhatian utama pemerintah di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan yang terus meningkat.

Karena itu, RAPBN 2027 dirancang untuk tetap menjaga keseimbangan antara stimulus pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal jangka panjang.

Di tengah tekanan ekonomi global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga fluktuasi suku bunga internasional, pemerintah berupaya menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dinilai menjadi indikator penting untuk mempertahankan optimisme pelaku usaha maupun investor.

Pidato Prabowo mengenai kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal tersebut sekaligus menjadi gambaran awal arah kebijakan ekonomi pemerintah menuju 2027.

Pemerintah berharap kombinasi stabilitas makroekonomi, penguatan konsumsi domestik, dan peningkatan investasi dapat menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved