ISIS Masak Bayi Hasil Rudapaksa Wanita yang Jadi Budaknya, Wanita Ini Tak Sadar Memakan Bayinya

Diam-diam ISIS masak bayi hasil rudapaksa, kemudian tanpa sepengetahuan sejumlah wanita budak ISIS kelaparan makan bayi hasil rudapaksa pasukan ISIS.

Editor: PanjiBaskhara
Kompas.com
ISIS saat melancarkan serangan. 

Dia mengaku dihajar menggunakan kabel setelah mencoba lari dari ISIS.

Lamiya Haji Bashar (18) meminta keadilan di depan pengadilan syariah yang memimpin pelarian bersama beberapa gadis lainnya.

“Ia bilang, mereka harus membunuhku atau memotong kakiku untuk menghentikanku melarikan diri,” tambah Vian.

Meski demikian, ia tak akan pernah menyerah untuk mencari keadilan.

Dijual di pasar seperti ternak

Kantor berita Associated Press sempat mewawancarai seorang gadis Yazidi berusia 15 tahun yang berhasil lolos dari sekapan ISIS. Gadis itu kini tinggal di sebuah dusun kecil di luar kota Dahuk, Irak.
Kantor berita Associated Press sempat mewawancarai seorang gadis Yazidi berusia 15 tahun yang berhasil lolos dari sekapan ISIS. Gadis itu kini tinggal di sebuah dusun kecil di luar kota Dahuk, Irak. (AP Photo/Kompas.com)

Beberapa perempuan yang dijadikan budah seks ISIS berhasil melarikan diri.

Selama sekitar dua tahun, mereka mengaku diperlakukan “seperti binatang” di Mosul, Irak bagian utara.

Salah satunya bernama Farida.

Ia mengaku disembunyikan sebagai budak seks oleh salah seorang pejuang ISIS yang telah berkeluarga dan memperlakukan dirinya ibarat seekor binatang.

Mereka diyakini telah bergabung dengan ISIS pada akhir bulan lalu, setelah terbang ke Turki dari London pada 17 Februari lalu.
Mereka diyakini telah bergabung dengan ISIS pada akhir bulan lalu, setelah terbang ke Turki dari London pada 17 Februari lalu. (bbc.co.uk)

Harian Mirror, Inggris, Selasa (28/3/2017), melaporkan, mantan budak seks militan ISIS berusia 27 tahun itu diculik dua tahun silam di kampungnya, tepatnya ketika Farida berusia 25 tahun.

Setelah militer Irak semakin kuat menekan pemberontak ISIS, Farida memanfaatkan peluang untuk melarikan diri ke arah tentara Irak yang sedang mengepung para bandit tersebut.

Ia diam-diam mengendap keluar dari mobil penyanderanya saat tentara Irak melancarkan serangan udara di Mosul barat.

Menurut Farida, istri dari militan ISIS itu “juga ingin melarikan diri” sehingga mereka bersama-sama bersekongkol dengan tentara Irak untuk membunuh militan bejat tersebut.

Dilfansyah (kiri).
Dilfansyah (kiri). (OMAR ALLOUCHE via Kompas.com)

Menurut dua wanita itu, mereka berhasil berkomunikasi dengan tentara Irak dan menggambarkan posisi yang tepat tentang posisi mobil militan ISISitu.

Serangan udara pun menyasar mobil itu setelah keduanya bisa melarikan diri ke arah yang mendekati posisi tentara Irak.

Halaman
1234
Sumber: Suar.id
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved