Pelapor Kasus Wakil Ketua Umum PSSI Mendadak Bungkam
Imron Abdul Fattah, pelapor kasus pengaturan skor yang melibatkan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto mendadak bungkam.
Penulis: Eko Priyono | Editor: Eko Priyono
Mantan Manajer tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pelapor kasus pengaturan skor atau match fixing yang diduga melibatkan Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, mendadak bungkam. Ia sulit dimintai keterangan.
Sebelumnya, Imron yang melaporkan Iwan Budianto selaku Wakil Ketua Umum PSSI, terlihat menggebu-gebu untuk membongkar kasus match fixing di Indonesia. Yang paling jelas adalah ketia ia melapor ke Satgas Antimafia Bola di Jakarta, 9 Januari lalu.
Namun sikapnya kini berbeda. Dihubungi wartawan berkali-kali untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya ke Satga Antimafia Bola Polri, Kamis (4/4/2019), Imron tak merespons.
• Hadapi Unggulan 2 di Perempat Final, Hendra/Ahsan Tetap Fokus
• TERKUAK! Ini Penyebab Penceraian Gading Marten dan Gisella Anastasia
• Teman Dekat Fadel Islami Bongkar Kelakuan Asli Sang Brondong ke Muzdalifah
Saat ditelepon memang terdengar nada dering, tapi tak diangkat. Pesan tertulis yang dikirimkan melalui WhatsApp (WA) ke nomor telepon selulernya, hingga berita ini dibuat juga tidak dibalas.
Ada dua pertanyaan yang diajukan wartawan secara tertulis kepada Imron. Pertama, sejauh mana laporannya soal Iwan Budianto (IB) sudah ditindaklanjuti Satgas Antimafia Bola.
Kedua, apakah dirinya berencana mendatangi Satgas Antimafia Bola Polri untuk menanyakan perkembangan kasus yang dilaporkannya tersebut.
Keterangan Imron menjadi penting lantaran tengah berkembang spekulasi bahwa dirinya sudah “dibungkam” pihak terlapor, yakni IB. Bahkan ada kemungkinan Imron bakal mencabut laporannya ke Satgas Antimafia Bola.
Dihubungi terpisah, pengamat sepak bola Kesit B Handoyo mendesak Satgas Antimafia Bola untuk memeriksa IB. "Bila menetapkan Joko Driyono (Ketua Umum PSSI) sebagai tersangka dan kemudian menahannya saja berani, masak terhadap IB tidak berani? Satgas jangan tebang pilih," katanya.
Bila orang-orang seperti IB masih bercokol di PSSI, lanjut Kesit, jangan harap PSSI akan bersih dan sepak bola nasional akan berprestasi.
"Sebab itu, Satgas jangan masuk angin," ujarnya.
IB, Wakil Ketua Umum PSSI yang meneruskan tugas setelah Joko ditahan Satgas Antimafia Bola Polri, diduga terlibat kasus match fixing ketika menjabat Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) tahun 2009.
Satgas Antimafia Bola menemukan adanya aliran dana kepada IB dan jajarannya.
Kasus ini bermula dari laporan mantan Manajer Tim Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fattah, pada delapan besar Piala Soeratin 2009.
Saat itu Imron mengucurkan dana Rp 140 juta sebagai setoran untuk menjadi tuan rumah fase delapan besar pada November 2009. Imron pun merasa tertipu.
"Waktu delapan besar saya mau dibatalkan (sebagai tuan rumah), mau 'dibuang' (dipindah) ke Persib," kata Imron di Jakarta, Selasa (8/1/2019).
• Status Terkini Ani Yudhoyono: Kuingin Selalu Memberikan Senyum Terbaik, Namun Tak Selalu Bisa Muncul
• KISAH NYATA! Anggota Kopassus Pura-Pura Mati 5 Hari di Tumpukan Jasad Rekannya
• Viral Video Sebut Ahok Sumber Konflik dan Harus Dihabisi, Ini Penjelasan Maruf Amin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/joko-driyono-diperiksa-22-jam-6.jpg)