Kesehatan
Mari Mengenal Tiga Jenis Glaukoma 'Si Perampas Penglihatan'
Glaukoma merupakan penyakit mata akibat kerusakan pada saraf optik menyebabkan gangguan pada lapang pandangan yang khas.
Penulis: |
Berbeda dengan katarak yang penglihatan lama kelamaan menjadi kabur atau buram, lalu gelap.
Katarak disebabkan karena lensa mata yang keruh. Ketika dilakukan operasi, lapisan lensa mata yang keruh dikelupas, dan mata kembali bisa melihat dengan jelas seperti semula.
Sementara glaukoma, pengobatan tidak akan pernah mengembalikan mata menjadi normal.
Pengobatan yang dilakukan pada pasien glaukoma yakni hanya mencegah agar penglihatan tidak semakin hilang.
Mata tidak bisa dikembalikan normal karena saraf optiknya sudah rusak. Semakin dini diketahui dan diobati, gangguan penglihatan tidak semakin parah.
• Orang Tua dan Guru Diminta Jaga Kesehatan Mata Anak
Berikut ada tiga jenis glaukoma:
1. Glaukoma Primer Sudut Terbuka
Glaukoma primer, sudut bilik mata depan terbuka lebar tetapi terdapat hambatan pada sistem pengeluaran cairan bola mata sehingga tekanan bola mata meningkat.
Tipe ini sering disebut sebagai pencuri penglihatan karena sulit dideteksi dini. Alasannya, glaukoma primer seringkali tidak bergejala kecuali pada tahap lanjut.
2. Glaukoma Primer Sudut Tertutup
Glaukoma primer sudut tertutup, hambatan aliran pengeluaran cairan bola mata terjadi karena sempitnya sudut bilik mata depan.
Kondisi itu dapat berisiko serangan akut glaukoma karena terjadi peningkatan mendadak tekanan bola mata akibat sudut bilik mata depan yang sempit menjadi tertutup secara mendadak.
Pada kasus ini, pasien mengeluhkan mata nyeri, buram, dan merah. Bahkan rasa nyeri pada mata dapat menyebabkan rasa mual disertai muntah-muntah.
• Asupan Gizi Tidak Sesuai Bisa Menyebabkan Orang Mengalami Katarak
3. Glaukoma Kongenital Primer
Glaukoma jenis ini terjadi sejak anak dilahirkan sampai usia tiga tahun. Kondisi ini sangat jarang terjadi. Perbandingannya 1: 10.000 anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sakit-mata04.jpg)