Santri di Jawa Tengah Didorong Jadi Wirausahawan Muda

"Usaha tingkat dari jualan kecil-kecil kemudian yang usaha besar bisa dilakukan oleh para santri," ujarnya.

Santri di Jawa Tengah Didorong Jadi Wirausahawan Muda
istimewa
Eva Yuliana Bersama Santriwati 

Pelatihan entrepreneur alias kewirausahaan untuk santri dinilai perlu terus didorong, termasuk di Jawa Tengah yang memiliki lebih dari 4000 Pondok pesantren.

Politisi NasDem Eva Yuliana meyakini, semuanya bisa menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Bahkan, pengembangan ekonomi santri di Jawa Tengah diharapkan bisa membantu mengentaskan kemiskinan.

Ia mengaku sudah menerapkan cara membantu santri agar menjadi entrepeneur, antara lain dengan memberikan alat serta pelatihan untuk mengasah jiwa ekonomi santri.

Selain itu, Eva membuatkan usaha di pondok pesantren berupa toko yang kerjasama dengan retail modern.

"Dengan seperti itu maka toko itu bisa jadi laboratorium santri untuk santri bisa mempunyai ilmu tentang retail modern. Karena ilmu retail modern itu tidak mudah, dari penataan barang yang akan dijual, kemudian manajemen pergudangan, manajemen keuangan butuh keahlian khusus. Toko yang kita usahakan pesantren itu saya berharap bisa bermafaat secara optimal sebagai lahan untuk santri belajar jadi entrepreneur matang khususnya dalam hal retail," tutur Eva kepada wartawan, Minggu (31/3/2019).

Eva meyakini, pengembangan ekonomi santri bukan hal sulit. Dan, dia meyakini, ponpes siap dengan itu.

Tanggul Jebol, Perumahan Cahaya Kemang Permai Jatiasih Banjir 1,5 Meter

"Sebagai alumni santri tentu saya dapat dengan mudah menceritakan bahwa santri adalah kader bangsa yang bisa paling siap menghadapi segala cuaca. Santri dibesarkan dengan menguatkan mentalnya, penguasaan bagaimana menghadapi kondisi sosial yang ada dan ekonomi," imbuhnya.

Eva melanjutkan, satri memang dibekali dengan ilmu-ilmu dan dapat berdaptasi dengan fleksibel. Jadi, santri dapat mudah dikembangkan dalam hal ekonomi dengan berbagai macam usaha.

"Usaha tingkat dari jualan kecil-kecil kemudian yang usaha besar bisa dilakukan oleh para santri," kata Caleg DPR RI NasDem Dapil Jawa Tengah V meliputi Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten itu.

Mengenai regulasi, Eva menilai khusus untuk santri tidak diperlukan. Menurutnya, cara mendorong santri menjadi entrepreneur yaitu memberikan bekal yang diperlukan.

Delapan Penjudi Sabung Ayam Panik Saat Digrebek Polisi

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved