Properti
Properti Ramah Lingkungan dan Hemat Energi, Ini Strategi Bisnis Properti Kompas Gramedia Group
MEDIALAND pilar bisnis Kompas Gramedia Grup semakin serius berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di sektor properti.
Proyek apa pun yang akan dikembangkan Medialand pada masa depan, dan dengan siapa pun mitra bisnis yang digandeng, haruslah memenuhi unsur-unsur properti ramah lingkungan dan hemat energi tersebut.
MEDIALAND pilar bisnis Kompas Gramedia Grup semakin serius berkontribusi dalam pemerataan pembangunan di sektor properti.
Tidak hanya mengembangkan proyek-proyek yang potensial mendatangkan keuntungan, melainkan juga berdampak luas bagi masyarakat dengan keunggulan pada prinsip nilai ramah lingkungan dan hemat energi.
Beberapa proyek andalan Medialand antara lain Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City yang hingga saat ini menjadi gedung pameran terbesar di Asia Tenggara dan perkantoran Allianz Tower Jakarta.
Dikutip Wartakotalive.com dari Kompas.com, Direktur Utama Medialand Teddy Surianto menuturkan, pengembangan properti dengan ciri ramah lingkungan dan hemat energi akan tetap dijadikan sebagai strategi, sekaligus visi dari bisnis perusahaan.
Karena itu, kata Teddy, proyek apa pun yang akan dikembangkan pada masa depan, dan dengan siapa pun mitra bisnis yang digandeng, haruslah memenuhi unsur-unsur properti ramah lingkungan dan hemat energi tersebut.
"Proyek kerja sama kami dengan Wika Realty, contohnya, adalah hasil dari kesamaan visi. Selain lokasinya yang strategis dengan dukungan berbagai moda transportasi," ungkap Teddy kepada Kompas.com, Sabtu (30/3/2019).
Proyek kemitraan dengan PT Wika Realty Tbk dimaksud adalah Tamansari Skyhive yang berlokasi di Cawang, Jakarta Timur.
Ini merupakan apartemen dengan jumlah 517 unit yang dikerjasamakan melalui skema joint operation (JO).
Guna merealisasikan Tamansari Skyhive, keduanya menganggarkan Rp 400 miliar sebagai dana investasi.
Pada saat proyek ini terbangun dan diserahterimakan tahun 2022 mendatang, nilai kapitalisasinya diharapkan menyentuh angka Rp 700 miliar.
Setelah Tamansari Skyhive, lanjut Teddy, Medialand yang memiliki cadangan lahan (land bank) di beberapa titik dalam kota Jakarta, akan memanfaatkannya untuk pengembangan properti hunian jangkung (high rise residential).
"Ini kami lakukan karena harga lahan terus meningkat, dan di beberapa titik sudah sangat tinggi," kata Teddy.
Rumah Tapak di Pinggiran Jakarta
Sementara untuk lahan di pinggiran Jakarta, Medialand akan menyesuaikan dengan segmen pasar yang dibidik.
Teddy memastikan, jenis properti yang akan dikembangkan di pinggiran Jakarta ini adalah cenderung kepada jenis landed residential atau perumahan tapak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/gedung-new-tower-universitas-multimedia-nusantara-serpong.jpg)