Senin, 20 April 2026

Rachmat Gobel Dorong Petani Gorontalo Harus Belajar Hingga ke Jepang

"Petani kita dorong, kita akan mencari bagaimana petani-petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang.

Editor: Ahmad Sabran
Kompas.com
Rachmat Gobel. 

Pemerintah daerah Gorontalo diminta fokus pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan sektor kehutanan.

Pengembangan sektor tersebut juga dipandang penting guna menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.

Politisi NasDem Rachmat Gobel mendukung, dan ingin petani di Gorontal bisa terus berkembang. Salah Satu caranya petani bisa belajar ke Jepang.

"Petani kita dorong, kita akan mencari bagaimana petani-petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang. Ini salah satunya untuk memanfaatkan hubungan Indonesia-Jepang," kata mantan Menteri Perdagangan ini kepada wartawan, Senin (25/3/2019).

Gobel heran lantaran Gorontalo sekarang berada di peringkat 5 wilayah miskin di Indonesia. Padahal, kata dia, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagus seperti dana desa dan program untuk petani.

VIDEO: Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku Penyerangan di Jalan Kartini VIII Jakarta Pusat

"Ini yang ingin kita benahi. Kita punya keinginan membangun Gorontalo karena selama 17 tahun ini miskin terus. Jadi kita benahi, petani dapat income lebih baik" katanya Caleg DPR RI NasDem (Dapil) Gorontalo meliputi Bone Bolango, Kota Gorontalo, Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pahuwato itu.

Selain faktor ekonomi, Gobel juga ingin memperbaiki sistem pendidikan. Menurutnya, guru-guru di Gorontalo harus diperhaikan dan meningkatkan kemapuannya.

"Guru seperti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM kita. Jadi bukan hanya murid saja. Tentu ada setrifikasi dan pelatihan serta membangun wawasan lebih luas lagi," tutu mantan menteri perdagangan ini.

Wafda Saifan Bisa Fokus Syuting Lukisan Ratu Kidul, Meski Habis Putus Cinta dari Kesha Ratuliu

Kemudian, Gobel juga akan melibatkan perguruan tinggi setempat untuk sama-sama membuat perencanaan apa yang bisa dilakukan untuk lima tahun mendatang. Perencanaan itu juga melihat faktor-faktor yang masih menjadi kelemahan serta kekurangan di Gorontalo.

"Jadi kita juga akan sinergikan dengan program Pak Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan," tuturnya lagi.

Di sisi lain, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah memang menjadi fokus pemerintah. Apalagi di era pemerintahan Jokowi, desa di daerah bukan lagi menjadi objek pembangunan namun harus menjadi subjek pembangunan.

Setelah Ustadz Abdul Somad Dikasih Fortuner oleh Pemilik Wong Solo, Kini Gold Play Button Youtube

Masyarakat diharapkan memiliki gagasan dan inisiatif untuk membangun wilayahnya masing-masing, sesuai dengan potensi lokal yang ada. Untuk itu, belajar dari luar negeri juga merupakan suatu nilai tambah untuk memajukan daerah.

Seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, memberangkatkan sejumlah kepala desa, pendamping desa, dan penggiat desa untuk melakukan studi banding luar negeri.

Selain studi banding, mereka juga diminta untuk membaca peluang kerjasama bisnis dengan kepala desa di luar negeri.

"Melihat peluang yang bisa dikerjasamakan dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di luar negeri yang bisa disuplai oleh desa di Indonesia," ujar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, di kesempatan berbeda.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved