Selasa, 28 April 2026

Kuliner Solo Harus Jadi Industri Andalan Pariwisata

"Jadi dari jenis kulinernya saja sudah menarik, apalagi kalau diatur dengan baik, dipromosikan terus, dan ditingkatkan lagi,

Editor: Ahmad Sabran
Tribun Solo
Selter Kuliner Galabo, Solo 

Di kesempatan terpisah, Ketua Umun Ikatan Pedagang Pasar Tradisional ndonesia Abdullah Mansuri menjelaskan para pembuat kebijakan khususnya pemerintah daerah harus lebih memperhatikan pedagang kecil yang khususnya bergerak di bidang kuliner. Perhatian misalnya diberikan dengan menjaga kenyamanan dan juga menata kios pedagang.

Menurut Abdullah, banyak kios pedagang kuliner kaki lima yang belum ditata dengn baik. Selain itu masih banyak pungutan liar kepada para pedagang.

"Mereka juga masih dijajah oleh preman -preman lokal," ujar Abdullah.

Karena itu dia berharap ada kepedulian kepada para pedagang kaki lima, terutama untuk memperbaiki menajamen kebijakan mengenai pedagang kaki lima. "Banyak sekali para pedagang ini yang tidak diurus pemerintah daerah. Dibiarkan begitu saja," paparnya.

Menurutnya, sektor kuliner di pedagang kaki lima juga belum diurus dengan baik. "Untuk pemda yang penting ada pemasukan dari PKL, tetapi tidak pernah ditata," ucapnya.

Dia mengusulkan untuk pedagang kaki lima khusus kuliner diberikan hak dan fasilitas yang sama dengan para pedagang pasar. Misalnya, diberikan hak kios, serta turut dipromosikan sebagai salahsatu daya tarik daerah.

Sebab, disebutkan Abdullah, potensi usaha kuliner jalanan ini sangat besar jika dapat dikelola dengan baik. Apalagi Indonesia memiliki keragaman kuliner yang bisa menjadi daya tarik.

"Misalnya bisa diupakayan ada pasar malam khusus kuliner, dimana warga bisa berkumpul," papar Abdullah.

Potensi ekonomi dari usaha kuliner kecil ini pun sangat tinggi. Sayangnya, kata, Abdullah pemerintah daerah seolah belum memberi pengakuan terhadap usaha kuliner pedagang kaki lima ini sebagai ujung tombak perekonomian daerah.

Potensi kuliner bagi perekonomian juga ditegaskan Badan Ekonomi Industri Kreatif (Bekraf). Data Bekraf menyebutkan, hingga 40 persen dari pendapatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ditopang oleh kuliner.

Kepala Bekraf, Triawan Munaf, mengatakan aspek kebersihan masih menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan lebih baik.

Di sisi lain, penyajian serta pemasaran juga menjadi hal penting untuk bisa bersaing.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved