Jumat, 10 April 2026

PLTSa Bantargebang Diproyeksi Tidak Berpengaruh Terhadap Tumpukan Sampah DKI

PLTSa Bantargebang Diproyeksi Tidak Berpengaruh Terhadap Tumpukan Sampah DKI, pasalnya jumlah sampah warga DKI yang masuk mencapai 7.500 ton per hari.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal, di peresmian pilot project PLTSa Bantargenang, Kota Bekasi, Senin (25/3/2019). 

PLTSa Bantargebang Diproyeksi Tidak Berpengaruh Terhadap Tumpukan Sampah DKI, pasalnya jumlah sampah warga DKI yang masuk mencapai 7.500 ton per hari.

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang milik Provinsi DKI Jakarta diproyeksikan tidak akan berpengaruh besar terhadap penumpukan sampah di sana.

Sebab, sampah yang terbakar menjadi tenaga listrik hanya 100 ton per hari, sementara jumlah sampah warga DKI yang masuk mencapai 7.500 ton per hari.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPST Bantargebang pada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengamini hal itu.

Menurut dia, pilot project yang baru saja diresmikan oleh dua menteri, yakni Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Natsir ini kurang signifikan untuk mengurangi volume sampah di TPST Bantargebang.

Ahmad Dhani Diinfus di Penjara Diduga Alami Diabetes, Hingga Disindir Maia Estianty

Dosen UNM Habisi Korbannya dengan Mencekik, Terungkap Bukan Alasan Asmara yang Bikin Dia Kalap

Al Ghazali Bandingkan Maia Estianty dan Ahmad Dhani Saat Terpuruk, Semoga Jadi Pelajaran

Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tetap fokus membangun Intermediate Treatment Facility (ITF) di dalam Kota Jakarta.

Pembangunan ini yang nantinya akan mengurangi tumpukan sampah di TPST Bantargebang.

"Fokus kami tetap membangun ITF di beberapa lokasi, yang lama kelamaan akan mengurangi gunungan sampah yang ada di TPST Bantargebang," kata Asep pada Senin (25/3/2019).

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga sedang berupaya melakukan landfill mining atau penambangan sampah lama.

Nantinya, sampah tersebut akan dijual untuk digunakan sebagai bahan bakar pembuatan semen.

"Landfill mining kita lakukan dengan pihak swasta dalam menjalin kerjasama ini," ujar Asep.

Dia meyakini, sistem landfill mining bisa mengurangi volume sampah sebanyak 1.000 ton per hari, sehingga kapasitas TPST Bantargebang bisa lebih bertambah.

"Untuk PLTSa yang diresmikan hari ini hanya pilot project, jadi tidak mengurangi banyak sampah yang ada," jelas Asep.

Pada awal pertengahan Januari 2019, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji saat itu mengatakan kapasitas TPST Bantargebang hanya tersisa 10 juta ton.

DKI memproyeksi, TPST bakal penuh tiga tahun lagi atau 2021 mendatang, apalagi jumlah sampah yang masuk mencapai 7.400-7.500 ton per hari.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved