Kamis, 30 April 2026

Kemarahan dan Ancaman Soekarno di Gedung Putih Amerika Serikat, Hingga Petugas Protokoler Minta Maaf

Begini kemarahan dan ancaman Soekarno di Gedung Putih Amerika Serikat, hingga Petugas Protokoler AS minta maaf ke Soekarno di Gedung Putih.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Istimewa
Presiden RI Soekarno dan Presiden Amerika Serikat Dwight David Eisenhower (Kolase/TribunJambi) 

Begini kemarahan dan ancaman Soekarno di Gedung Putih Amerika Serikat, hingga Petugas Protokoler AS minta maaf ke Soekarno di Gedung Putih.

Diketahui, kemarahan dan ancaman Soekarno di Gedung Putih Amerika Serikat, membuat Petugas Protokoler AS minta maaf ke Soekarno.

Puncak kemarahan dan ancaman Soekarno di Gedung Putih, terjadi saat mendapatkan undangan khusus untuk berkesempatan berkunjung ke Gedung Putih.

Soal penyebab Soekarno marah dan ancam Gedung Putih, bukanlah hal sepele namun kemarahan dan ancaman Soekarno di Gedung Putih terjadi saat menunggu Presiden Amerika Serikat Dwight David Eisenhower.

Lowongan Kerja BUMN 2019, Batas Waktu Pendaftaran Rekrut Bersama BUMN Diperpanjang 24 Maret 2019

Rocky Gerung Singgung Tol Langit Maruf Amin saat Debat Cawapres: Singkatannya Itu Tololnya Selangit

Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PSSI, Gusti Randa: Ini Penugasan Biasa dengan Agenda Khusus

WartaKotaLive melansir TribunLampung, Presiden pertama RI Soekarno pernah mengancam pihak Gedung Putih Amerika Serikat saat kunjungannya ke negeri paman sam tersebut. 

Hal menarik untuk menelusuri, kisah ketika Soekarno diundang Presiden Dwight David Eisenhower ke Amerika Serikat.

Para petinggi AS menilai Soekarno memiliki peran besar terhadap Indonesia dan kawasan sekitarnya.

Mengundang Soekarno merupakan cara AS untuk memengaruhinya.

Presiden Soekarno
Presiden Soekarno (Istimewa)

Perjudian AS

Pada konflik Perang Dingin dengan Uni Soviet, Amerika Serikat menilai membutuhkan kubu yang bisa memperkuat posisinya.

Berbagai negara sudah menetapkan posisinya untuk netral, termasuk Indonesia.

Dilansir dari buku Indonesia Melawan Amerika: Konflik Perang Dingin 1953-1963 (2008), karya Baskara T Wardaya situasi politik di Indonesia pada 1955 membuat AS pening.

Bekas Komandan Detasemen Kawal Presiden Soekarno, Mangil Martowidjojo, ketika menyalami Presiden Soekarno yang genap berusia enam puluh tahun pada tahun 1961
Bekas Komandan Detasemen Kawal Presiden Soekarno, Mangil Martowidjojo, ketika menyalami Presiden Soekarno yang genap berusia enam puluh tahun pada tahun 1961 (Ipphos)

Sebab, Indonesia berada pada dua kubu yang terdiri dari Sukarno, PNI dan PKI di satu sisi, serta Muhamad Hatta, Masyumi, dan Angkatan Darat di sisi lain.

Indonesia dinilai cenderung kepada Uni Soviet. Ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi AS untuk bisa memengaruhi pemikiran Soekarno.

Wakil Presiden AS Richard Nixon sempat beradu argumen dengan Menteri Luar Negeri AS John Foster Dulles terkait sistem perpolitikan Indonesia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved