Selasa, 14 April 2026

Bekerja Jadi Perawat di Jepang Dapat Gaji Hingga Belasan Juta Rupiah

Bekerja di luar negeri seperti di Jepang bisa meraih penghasilan belasan juta rupiah. Banyak orang Indonesia menjadi perawat di Jepang.

Bekerja di luar negeri seperti di Jepang bisa meraih penghasilan belasan juta rupiah. Banyak orang Indonesia menjadi perawat di Jepang.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Menjadi pekerja di luar negeri merupakan pengalaman berharga.

Seperti yang dirasakan oleh AW, yang bekerja di Jepang sebagai perawat di rumah sakit di negara itu.

Pria asal Bali ini dapat bekerja di luar negeri merupakan peserta program economic partnership agreement (EPA) antara pemerintah Indonesia dan Jepang.

Selain mendapat pengalaman berharga, AW juga mengaku mendapat gaji yang besar ketika bekerja di negeri sakura itu.

WNI Punya Pengalaman Kerja di Luar Negeri, Banyak Dilirik Perusahaan di Indonesia

Menurut dia, gaji perawat di Jepang lebih besar ketimbang saat dia menjadi perawat di sebuah rumah sakit di Lombok, NTB.

Tergantung dari rumah sakitnya, kalau saya (penghasilannya) kurang lebih bersihnya Rp 13 juta,” kata pria yang enggan disebutkan nama aslinya itu kepada Kompas.com, Senin (18/3/2019).

Selama empat tahun di negeri matahari terbit itu, AW bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Osaka bagian timur.

Dia bisa ke Jepang setelah lolos seleksi yang dilakukan oleh BNP2TKI.

Saya ikut daftar program ini dari BNP2TKI. Jadi murni daftar sesuai prosedur, ikut ujian tulis, psikologi, medical check up. Nanti ada pengumuman, lalu matching untuk ke Jepangnya,” kata AW.

Beberapa Hal Harus Diperhatikan Perempuan untuk Rancang Rencana Pensiun

Untuk bisa bekerja sebagai perawat di Jepang, kata AW, minimal harus punya pengalaman kerja selama dua tahun.

Setelah lolos seleksi, para peserta harus mengikuti pelatihan selama enam bulan di Indonesia dan enam bulan lagi di Jepang.

Tiga bulan pertama untuk belajar bahasa Jepang lanjutan. Setelah itu tiga bulan lagi masuk ke fase belajar kejuruan," kata AW.

AW mengatakan,"Kami belajar perawatan Jepang mulai dari segi bahasanya. Setelah itu kami dijemput oleh rumah sakit yang menerima kami. Kami ditempatkan di asrama."

Banyak Pelaku Usaha Kuliner Gulung Tikar di Bisnis Kuliner, Ada Solusi dari Foodizz.id

Setelah mengikuti program tersebut selama empat tahun, kata AW, nantinya akan ada ujian keperawatan yang diselenggarakan pemerintah Jepang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved