MRT Jakarta
Tujuh Larangan Saat Naik MRT Jakarta
MASS Rapid Transit (MRT) diuji coba untuk umum mulai Selasa (12/3/2019) hari ini.
Penulis: Joko Supriyanto |
MASS Rapid Transit (MRT) diuji coba untuk umum mulai Selasa (12/3/2019) hari ini.
Hadirnya angkutan massal tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemacetan di Jakarta.
Warga yang ingin mencoba MRT ini masih bisa mendaftarkan diri melalui www.ayocobamrtj.com.
• Kondisi Kejiwaan Adi Saputra Si Perusak Motor Dinyatakan Normal, Hukuman 6 Tahun Penjara Menanti
Batas pendaftaran uji coba MRT Jakarta akan tutup pada 23 Maret 2019 (pendaftaran dilakukan h-1 keberangkatan).
Namun, sebelum menjajal MRT, ada tujuh larangan yang perlu diperhatikan.
Larangan tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan para penguna MRT sebagai angkutan umum setiap harinya.
• Andi Arief Ingatkan Karni Ilyas: Merasa Dekat dengan Polisi Bukan Berarti Bisa Lakukan Apa Saja
Berikut ini tujuh larangan saat naik MRT:
1. Dilarang Berjualan
Seperti aturan transportasi lainnya, termasuk yang diterapkan pada commuter line, para penguna MRT dilarang menjual barang selama mengunakan MRT, dan tidak diperkenankan untuk meminta sumbangan kepada para penguna MRT yang berada di Stasiun MRT.
"Nah ini yang dilarang di MRT, guna kenyamanan bersama kami melarang adanya aktivitas jual beli di dalam rangkaian MRT," kata Dirut PT MRT Jakarta William Syahbandar, Selasa (12/3/2019).
2. Dilarang Membuang Sampah
Untuk menciptakan kondisi yang bersih dan terjaga, pengelola MRT meminta penumpang untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Beberapa fasilitas seperti tempat sampah telah disediakan di beberapa titik stasiun MRT, untuk memudahkan penumpang membuang sampah.
Selain itu, meludah juga dilarang ketika Anda mengunakan transportasi massal ini. Meludah, tentunya akan membuat kenyamanan masyarakat sekitar terganggu.
• Selamat dari Kecelakaan Maut Pesawat Ethiopian Airlines, Pria Ini Sempat Diperiksa Polisi
"Jangan buang sampah sembarang, kita tunjukkan kita bisa menjaga Jakarta," ujarnya.
3. Dilarang Membawa Bintang
Untuk menjaga kenyamanan, para penguna MRT dilarang membawa hewan peliharaan ketika mengunakan transportasi massal ini.
Karena, kehadiran hewan peliharaan di transportasi massal dinilai bisa menganggu kenyamanan para penumpang.
4. Dilarang Membawa Benda Mudah Terbakar
Para pengunaan MRT juga tidak diperkenankan membawa benda-benda yang mudah terbakar.
Dengan menempatkan petugas di setiap gate, diharapkan dapat menghindari para penumpang yang membawa benda-benda membahayakan.
5. Dilarang Membawa Benda Berbau
Benda-benda yang menimbulkan bau tak sedap juga dilarang masuk ketika mengunakan MRT Jakarta ini.
Tentu hal itu akan menganggu kenyamanan para penumpang lainnya yang berada di dalam rangkaian gerbong kereta.
"Jangan membawa makanan yang menimbulkan bau, mungkin kita tidak bau, tapi penumpang lain belum tentu," jelas William.
6. Dilarang Makan dan Minum
Selama melakukan perjalanan mengunakan MRT, para penumpang tidak diizinkan untuk makan di minum selama perjalanan/
Para penumpang hanya dizinkan membawa makanan, tapi tidak dimakan selama perjalanan.
"Boleh bawa tapi tidak boleh di makan di kereta," ucap William.
7. Jangan Menekan Tombol Darurat Tanpa Alasan
Setiap rangkaian gerbong MRT terdapat tombol darurat yang dapat digunakan para penumpang, ketika mengalami kondisi darurat.
Letak tombol itu berada di samping pintu masuk MRT, bertuliskan Intercom Darurat berwarna merah.
Tombol itu digunakan dalam keadaan darurat untuk memberitahu petugas. Berbicaralah kepada petugas lewat interkom.
• Kubu Prabowo-Sandi Tak Pernah Hadiri Sidangnya, Ratna Sarumpaet: Kok Tanyanya Sama Aku?
"Kita selalu mengedepankan kenyamanan para penumpang, untuk itu kami sediakan beberapa petugas keamanan yang siap melayani para penumpang. Ketika ada hal yang mencurigakan laporkan kepada petugas kami," papar William.
Dirut PT MRT Jakarta William Syahbandar mengatakan, selama uji coba, MRT bakal mengangkut 285.600 penumpang.
Sedangkan pada uji coba hari pertama ini, kereta hanya akan mengangkut 4.000 penumpang.
• Kata Andi Arief, Satu Jam Setelah Menang Pilpres, Prabowo akan Kasih Solusi Kasus Penculikan Aktivis
"Mulai hari ini kita membuka diri untuk melakukan uji coba selama dua minggu. Sudah mulai dari jam delapan dan hari pertama ini kita akan angkut 4.000 orang," ujar William di Kantor MRT Jakarta, Selasa (12/3/2019).
Uji coba dilakukan selama 13 hari terhitung dari 12 sampai 24 Maret 2019, mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Ia juga tak menutup kemungkinan minggu depan bakal membuka lebih awal jam operasionalnya, yakni mulai pukul 07.00 WIB.
• Ratna Sarumpaet Menulis Buku Selama Mendekam di Penjara, Sebentar Lagi Terbit
"Pengalaman hari ini akan kita jadikan evaluasi. Kalau antusiasnya tinggi kita akan mulai lebih awal jam 07," ucap William.
Ia berharap kereta MRT mampu menurunkan tingkat kemacetan di Ibu Kota, dan menjadi transportasi yang nyaman untuk masyarakat.
"Mari gunakan transportasi publik untuk menekan angka kemacetan di Ibu Kota, dan tentunya kita berharap MRT bisa jadi alat transportasi yang baik, yang bagus, nyaman untuk warga Jabodetabek," papar William. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/uji-coba-mrt-4.jpg)