Waduk Pluit Jakarta Utara Dipenuhi Tanaman Eceng Gondok
Hamparan eceng gondok yang memenuhi sisi utara Waduk Pluit luasnya sekitar 8.000 meter persegi.
Eceng gondok kembali memenuhi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah sebelumnya memenuhi sisi selatan, eceng gondok kini memenuhi sisi utara Waduk Pluit.
Eceng gondok terbawa arus menuju ke sisi utara Waduk Pluit setelah hujan lebat yang mengguyur kawasan Jakarta Utara dan sekitarnya pada Selasa (5/3/2019) kemarin.
Hamparan eceng gondok yang memenuhi sisi utara Waduk Pluit luasnya sekitar 8.000 meter persegi.
Eceng gondok juga bergeser ke permukaan air di sisi timur Waduk Pluit karena terbawa angin sejak pagi tadi.
Adapun petugas UPK Badan Air sudah melakukan pengangkutan eceng gondok selama dua hari dengan mengerahkan empat unit alat berat.
Eceng gondok diangkut dari permukaan air untuk selanjutnya dioper ke truk dan dibawa ke implacement UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan.
• VIDEO: Unjuk Rasa Warga Burangkeng Memanas, Teriak Siap Mati Bersama
• VIDEO: Robertus Robet Ditangkap, Ini Video Klarifikasi Dirinya
• VIDEO: Sahabat Luna Maya Iwet Ramadan Bicara Soal Kondisi Terkini
Sengaja DItanam di Tanjung Priok
Sementara itu, eceng gondok sengaja ditanam di Kali Inlet 3 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara diklaim memberikan perubahan positif. Bahkan kini di lokasi penanaman ada banyak ikan yang muncul.
Kasatpel UPK Badan Air Jakarta Utara, Lambas Sigalingging mengklaim ada perubahan positif yang dirasakan di Kali Inlet 3 sejak proses penanaman eceng gondok pada bulan Desember 2018 silam.
“Fakta di lapangan, yang selama ini agak bau, sekarang tidak berbau. Lalu kemudian, dulu di sana tidak pernah ada orang mancing, sekarang jadi mancing berarti ada ikan dong,” kata Lambas, beberapa waktu lalu
Seorang petugas UPK Badan Air di lokasi, Samsudin mengakui bahwa belakangan ini dirinya melihat ikan di Kali Inlet 3.
Padahal sebelumnya ia nyaris tidak melihat adanya ikan ketika sedang membersihkan kali.
"Kalau sore banyak yang mancing di Waduk Cincin itu. Itu ikan dari situ sering saya lihat di sini, ada mujair, gabus. Itu ikannya kan nyari air baru dia, kalo dulu mah jarang ada,” kata Samsudin.
Selain itu secara kasat mata warna air kali juga mengalami perubahan.
Pada saat awal penanaman, air kali berwarna hitam pekat. Kini warnanya berubah menjadi tampak seperti keruh keabu-abuan disertai dengan lumut.
Perubahan yang juga terjadi di kali tersebut adalah aroma. Bau tidak sedap yang menguap dari air Kali Inlet 3 tidak terasa.
Padahal sebelumnya ketika awal penanaman, aroma bau tidak sedap masih tercium.