Rabu, 15 April 2026

Pertemuan Presiden AS dan Korea Utara Berdampak Nilai Tukar Rupiah Melemah

Pertemuan Presiden AS dan Korea Utara di Hanoi, Vietnam, ternyata memberikan dampak terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi 

Top losers LQ45 hari ini adalah:

  1. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) -6,37 persen.
  2. PT Astra International Tbk (ASII) -5,92 persen.
  3. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) -5,35 persen.

Top gainers LQ45 adalah:

  1. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 3,74 persen.
  2. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) 3,60 persen.
  3. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 1,73 persen.

Investor asing mencetak penjualan bersih Rp 1,29 triliun di seluruh pasar.

Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah ASII Rp 479,1 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 148,5 miliar, dan PT Japfa Tbk (JPFA) Rp 112,4 miliar.

Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) Rp 38,6 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 21,2 miliar, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 14,8 miliar.

Sementara itu, bursa di Asia juga menutup perdagangan hari terakhir bulan Februari di zona merah.

Indeks Kosdaq (Korea Selatan) mencatat penurunan harian terbesar di Asia, yakni 2,78 persen, disusul indeks Kospi (Korea Selatan) yang turun 1,76 persen.

Indeks Nikkei (Jepang) turun 0,79 persen. Indeks Shanghai (China) turun 0,44 persen dan Indeks Taiex (Taiwan) tergerus tipis 0,02 persen.

Dua indeks yang menguat pada hari ini adalah indeks Shenzhen (China) yang menguat 0,35 persen dan indeks ASX 200 (Australia) sebesar 0,30 persen.

Gedung Putih mengatakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak mencapai kesepakatan pada pertemuan dua hari hingga hari ini.

"Sebelumnya pertemuan, harapan akan terbentuknya kesepakatan tidak terlalu tinggi tapi setidaknya dua pihak ini akan mengakhiri pertemuan dengan jabat tangan. Jadi, pasar bereaksi terhadap hasil akhir ini," kata Shusuke Yamada, chief Japan FX strategist Bank of America Merrill Lynch.

Kegagalan pertemuan ini menambah kekhawatiran pasar akan negosiasi dagang AS dan China.

Robert Lighthizer kemarin mengatakan bahwa terlalu dini untuk memprediksi hasil pembicaraan AS dan China.

Dia mengatakan, permasalahan AS terhadap China terlalu serius untuk diselesaikan dengan janji dari Beijing untuk mengimpor lebih banyak dari AS.

"Komentar Lighthizer memangkas harapan resolusi perang dagang yang timbul beberapa waktu terakhir dan pasar saham terkena tekanan jual," kata Masahiro Ichikawa, senior strategist Sumitomo Mitsui Asset Management.

Sumber: Kontan
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved