Ini Penyebab Ikan Es Sirip Hitam Mampu Hidup di Laut Terdingin di Bumi
Ikan es sirip hitam dari Antartika (Chaenocephalus aceratus) adalah hewan luar biasa yang habitatnya di laut terdingin Bumi.
Ikan es sirip hitam dari Antartika (Chaenocephalus aceratus) adalah hewan luar biasa yang habitatnya di laut terdingin Bumi.
Ikan es sirip hitam ini mampu bertahan hidup di laut terdingin di bumi di bawah titik beku air tawar atau di bawah 0 derajat celsius.
Selain bisa hidup di bawah lau terdingin di bumi dan di titik beku air tawar, ikan es sirip hitam atau C. aceratus punya keunikan lain.
Diketahui, ikan es sirip hitam itu tidak memiliki hemoglobin atau sel darah merah.
• Mahfud MD Ungkap Orang Terhukum Pertama UU ITE di Era Pemerintahan SBY
• Acara Prabowo di Yogyakarta Ricuh Hingga Polisi Lepaskan Tembakan, Ini Penyebabnya
• Fadli Zon Sebut Istilah Perang Total Moeldoko Diciptakan Tangan Kanan Adolf Hitler
Setidaknya spesies ini merupakan satu-satunya vertebrata yang tidak punya hemoglobin.
Daya tarik itulah yang kemudian membuat para ilmuwan penasaran dan ingin mencari tahu evolusinya. Untuk itu, tim peneliti Internasional memetakan lebih dari 30.000 gen ikan C. aceratus, lengkap dengan genomnya.
Proyek ini bertujuan memahami bagaimana hewan berevolusi agar bisa beradaptasi dengan lingkungan ekstrem seperti di Antartika.
Seperti disinggung di atas, ikan C. aceratus merupakan satu-satunya vertebrata yang tidak memiliki gen hemoglobin.
Ini artinya, tubuh mereka tidak menghasilkan sel darah merah yang membawa oksigen ke dalam darah sehingga darahnya berwarna putih pekat.
Mereka bisa disebut mengalami anemia terus menerus.
Seperti diketahui, anemia adalah gangguan yang terjadi saat tubuh kekurangsan sel darah merah atau hemoglobin (protein spesifik yang mengikat oksigen).
Selain tak punya sel darah merah, ikan itu juga memiliki hati berukuran besar dan tulang dengan kepadatan mineral.
Kalau hal ini dialami manusia, besar kemungkinan dokter akan menyimpulkan bahwa pasien menderita penyakit atau kelainan.
Walau hal ini aneh untuk kita, tapi semua karakteristik tersebut diyakini ahli sangat penting untuk kelangsungan hidup para ikan es.
Sebuah studi yang berusia 77 tahun mengungkap subordo ikan es Notothenioidei menyimpang dari garis keturunan dan menghasilkan ikan stickleback.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ikan-es-sirip-hitam-antartika.jpg)