Minggu, 19 April 2026

Gara-gara Kim Jong Un Menginap di Hotel yang Sama, Wartawan AS pun Dibuat Repot

Pemerintah Vietnam memutuskan untuk memindahkan Media Center AS dari Hotel Melia ke bangunan terdekat menyusul Kim Jong Un ingin menginap di situ.

Editor: Fred Mahatma TIS
EPA/Fazry Ismail via Shutterstock
Seorang petugas keamanan melewati Hotel Melia di Hanoi, Vietnam, yang bakal menjadi tempat menginap Pemimpin Korut Kim Jong Un. 

"Jika Kim menerima risiko dia terekspos oleh media AS, berarti dia ingin menunjukkan keinginan bernegosiasi dan meningkatkan hubungan dengan Washington."

KETIKA Presiden AS Donald Trump mengumumkan tanggal pertemuan dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un, jurnalis langsung bersiap memesan hotel untuk meliput.

Pemerintah Vietnam yang menjadi tuan rumah pertemuan kedua Donald Trump dan Kim Jong Un tak kalah sibuk karena tidak hanya mengatur logistik delegasi dua negara.

Namun pemerintah setempat juga harus mengorganisasi fasilitas di mana jurnalis dari seluruh dunia bisa menaruh laptop, merekam, maupun mengatur kamera dengan lancar.

Namun setelah Kim sampai di stasiun Dong Dang Selasa dini hari waktu setempat (26/2/2019), Kementerian Luar Negeri Vietnam membuat keputusan mengejutkan.

Jalur Kereta Kim Jong Un Bakal Disterilkan, Jelang Pertemuan Kedua dengan Donald Trump

Dilaporkan New York Times, pemerintah Vietnam memutuskan untuk memindahkan Media Center AS dari Hotel Melia ke bangunan terdekat.

Usut punya usut, ternyata Kim memutuskan untuk menginap di hotel yang sama dengan wartawan AS sehingga pemerintah pun sibuk mengatur ulang.

"Jadi nampaknya, Pemimpin Korut Kim Jong Un menginap di hotel kami dan menciptakan banyak isu keamanan," kata koresponden Fox News Kristin Fisher.

Beberapa saat ketika merekam dirinya, seorang petugas keamanan melambaikan tangan meminta Fisher untuk meninggalkan area.

"Apa? Tidak boleh merekam? Baiklah," kata Fisher seraya meninggalkan petugas itu dalam video yang diunggah di Twitter.

Larang ambil gambar

Diwartakan USA Today, saksi mengungkapkan petugas keamanan berteriak agar semua orang mulai meninggalkan lobi hotel jelang kedatangan Kim.

Koresponden Gedung Putih untuk Bloomberg Margaret Talev di Twitter juga mendapatkan pengalaman yang sama seperti Fisher.

"Keamanan melarang kami untuk mengambil gambar meski kami bisa melihat kamera dari Korut merekam. Penjaga menuturkan tidak boleh ada kamera," ujarnya.

Jurnalis NBC News Peter Alexander berkata dia dan awak media lainnya diperintahkan untuk meninggalkan lobi hotel sebelum Kim datang.

Mereka juga diminta untuk tak menggunakan elevator karena itu berarti mereka bakal menginjak karpet merah yang dipersiapkan bagi sang Pemimpin Korut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved