Jangan Khawatir, MRT Pastikan Ada Sinyal dan Wi-fi di Bawah Tanah
Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahap 1 yakni Lebak Bulus - HI sudah rampung dan akan beroperasi akhir Maret 2019 mendatang.
KERETA Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tahap 1 yakni Lebak Bulus - HI sudah rampung dan akan beroperasi akhir Maret 2019 mendatang.
Dengan jarak 16 kilometer, kereta cepat ini akan melewati 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.
Stasiun layang meliputi Satasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.
Sedangkan Stasiun bawah tanah yakni Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas dan Bundaran HI.
• Anies Masih Rahasiakan Besaran Tarif MRT dan LRT
• Anies Baswedan Ungkap, MRT Belum Dapat Ubah Kebiasaan Masyarakat Gunakan Transportasi Umum
• Warga Bintaro dan BSD Bisa Naik MRT Jakarta dengan Bus Premium Royaltrans
Banyak masyarakat yang mempertanyakan apakah saat berada di stasiun bawah tanah ataupun saat kereta melintas dibawah lorong, telepon seluler mendapat jaringan signal?
Corporate Secretary PT MRT Kamaludin pun memastikan bahwa nantinya signal operator tetap stabil meskipun berada dibawah tanah.
"Nanti kalau sudah beroperasi sinyal operator akan ada dibawah tanah," ujar Kamaludin kepada Warta Kota, Jumat (22/2/2019).
Tak tanggung-tanggung pihak MRT juga memberikan fasilitas layanan wifi gratis untuk para penumpangnya.
"Bahkan nanti kita sediakan Wifi juga. Jadi (penumpang) tidak kesulitan jaringan," kata Kamaludin.
Ditargetkan dalam sehari MRT bisa mengangkut 130 ribu penumpang dengan jam operasional mulai pukul 05.00 WIB sampai 24.00 WIB
Pasalnya diketahui satu rangkaian yang terdiri dari enam gerbong bisa mengangkut 1.900 penumpang dalam satu kali jalan. (M16)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jk-tinjau-mrt6.jpg)