Minggu, 19 April 2026

Anna Mariana : ‎ Gelar Tidak Berarti Apa-apa Jika Tidak Bermanfaat bagi Banyak Orang

Anna Mariana‎ tercatat sebagai mahasiswa internasional di Warsaw Management University program study Doctor of Business Administration (DBA).

Penulis: Ign Agung Nugroho |
Dokumen Pribadi
Anna Mariana (tengah) 

Desainer tenun dan songket, Anna Mariana (59)‎, pekan lalu terbang ke Polandia untuk menerima pengukuhan gelar doktor dan profesor dari Warsaw Management University.

Sejak tiga tahun terakhir, Anna Mariana‎ tercatat sebagai mahasiswa internasional di Warsaw Management University program study Doctor of Business Administration (DBA).

Kampus Anna di Polandia tersebut  sudah sejak lama menjalin kerja sama dengan Universitas Mercu Buana (UMB) di Indonesia dan universitas di Malaysia.

"Alhamdulillah, saat ini, saya sudah berhasil meraih S3 di bidang Hukum sekaligus dianugerahi gelar Profesor.‎ Ini merupakan S3 yang kedua," tutur Anna Mariana kepada Warta Kota, Jumat (22/2/2019).

Pada September 2017, pencetus lahirnya tenun dan songket Betawi itu meraih program double degree untuk MBA dan doktor untuk bidang Management Business Administration di University Of Georgia Netherland.

Pemilik butik House of Marsya menambahkan, ‎untuk program dokter, tesis sudah dipersiapkan sejak awal.

Anna Mariana : Tenun Dan Songket Betawi, Jadi Busana Pilihan Yang Cocok Untuk Lebaran.

Menurut dia, setelah membuat Jurnal dan beberapa buku, tulisannya dikaji oleh Universitas Polandia.

Kemudian, pada 16 Februari 2019, rektor dan dekan di kampusnya mengukuhkan dirinya menjadi profesor bidang budaya dan hukum.

Sedangkan khusus pengukuhan profesor akan dilaksanakan pada 29 Juni 2019 di Polandia.

Saat ini sederet gelar mengikuti di depan dan di belakang namanya,  Prof Dr Hj Anna Mariana  SH MH MBA .

‎Apa arti gelar bagi perempuan yang juga  Pendiri, Dewan Pakar &‎ Pembina Komunitas Teksil Tradisional Indonesia (KTTI) ini?

Menurut dia, arti  gelar yang disandangnya adalah penggapain cita-cita sekaligus prestasi dalam menuntut ilmu.

"Semua dicapai melalui proses perjuangan yang panjang, membutuhkan tenaga, pikiran maupun materi yang tidak sedikit," katanya.

Pemerintah Harus Segera Tetapkan Hari Tenun dan Songket Nasional

"Namun harus dijalani dengan sabar, ikhlas supaya tidak menjadi beban,” ucapnya.

Lebih lanjut, perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu mengatakan, pencapaian gelar menjadi tidak berarti apa- apa, jika ilmu yang dimilikinya tidak bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Saat ini, Anna bersama KTTI tengah berjuang dan 'mendekati' pemerintah untuk meyakinkan pentingnya peringatan Hari Tenun dan Songket Nasional, seperti Hari Batik Nasional.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved