Senin, 11 Mei 2026

Kawah Gunung Anak Krakatau Kini Berdiameter 400 Meter

Tinggi Gunung Anak Krakatau kini tinggal 110 mdpl, berada di memiliki kawah dengan diameter sekitar 400 meter.

Tayang:
Instagram @EarthUncutTV / James Reynolds dan Instagram sutopopurwo
Kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini, munculnya air laut berwarna oranye di sekitar pantai. 

Gunung Anak Krakatau sudah mengalami banyak perubahan. Selain ketinggian badan gunung yang kini tinggal 110 mdpl, kawahnya kini sudah diameter sekitar 400 meter.

Badan Geologi, Pusat Vulkanologi Migitasi Bencana Geologi Kementerian ESDP kembali memasang alat seismometer di Gunung Anak Krakatau (GAK).

Andi Suardi, kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengatakan, seismometer dipasang pada Senin, 18 Februari 2019 lalu.

Pemasangan seismometer di Gunung Anak Krakatau ini merupakan yang pertama pasca terjadinya erupsi besar pada 22 Desember 2018.

Alat seismometer yang dipasang tersambung ke Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Pasaurang, Banten.

Data digitalnya juga akan terkirim ke Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran.

“Kemarin tim turun untuk memasang alat seismometer di Gunung Anak Krakatau. Alat ini ditempatkan di sisi utara badan gunung,” tutur Andi, Kamis, 21 Februari 2019.

Gunung Anak Krakatau terkini tinggi 110 Meter (Twitter @Sutopo_PN)
Gunung Anak Krakatau terkini tinggi 110 Meter (Twitter @Sutopo_PN) (Istimewa)

Menurut Andi, secara kondisi fisik, Gunung Anak Krakatau sudah mengalami banyak perubahan.

Selain ketinggian badan gunung yang kini tinggal 110 mdpl, gunung api yang berada di Selat Sunda itu memiliki kawah dengan diameter sekitar 400 meter.

 Dengan telah dipasangnya alat seismometer di badan Gunung Anak Krakatau, pemantauan terhadap aktivitas gunung api yang kembali muncul di bekas kaldera induknya yang meletus pada 1883 silam itu bisa dilakukan lebih jauh.

Pasca mengalami peningkatan status pada pertengahan tahun 2018 lalu, seismometer yang ada di badan Gunung Anak Krakatau rusak akibat terkena material lava pijar yang terus-menerus muncul.

“Kalau untuk yang terkoneksi dengan Pos Pantau Hargo Pancuran masih belum dipasang kembali. Mungkin ke depan juga akan dipasang kembali,” kata Andi.

Selain seismograf, pemantauan Gunung Anak Krakatau juga dilakukan melalui alat yang terpasang di Pulau Sertung.

Pulau ini adalah salah satu pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau yang merupakan dinding kaldera dari Gunung Krakatau purba.

Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018).
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Masih Level Siaga

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved