Kamis, 7 Mei 2026

CEO Bali United Bantah Bayar Perangkat Pertandingan Agar Bali United Menang

Tuduhan kepada Yabes Tanuri dilontarkan oleh seorang narasumber pada acara Mata Najwa dengan tajuk PSSI Bisa Apa Jilid 4 pada Rabu (20/2/2019).

Tayang:
Editor: Murtopo
@BALIUTD/TWITTER
CEO Bali United, Yabes Tanuri, berbicara kepada media pada acara jumpa pers perkenalan Elevania sebagai rekanan Bali United untuk musim Liga 1 2018, Jumat (23/4/2018). 

Kompetisi sepak bola papan atas Indonesia Liga 1, dituding telah melakukan praktik kotor pengaturan pertandingan.

Sejumlah klub dari Arema hingga Bali United disebut bermain dalam praktik tersebut dengan membayar perangkat pertandingan.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, membantah tuduhan terkait keterlibatannya membayar perangkat pertandingan untuk memenangkan timnya saat menghadapi Persela Lamongan dalam kompetisi Liga 1.

Tuduhan kepada Yabes Tanuri dilontarkan oleh seorang narasumber pada acara Mata Najwa dengan tajuk PSSI Bisa Apa Jilid 4 pada Rabu (20/2/2019).

Dalam acara tersebut, sosok narasumber yang disamarkan identitasnya menyebut bahwa hampir semua pertandingan di Liga 1 sudah diatur.

Salah satunya adalah pertandingan antara Bali United melawan Persela Lamongan.

Menurut narasumber yang disamarkan itu, Yabes Tanuri sudah memesan pertandingan agar Bali United menang atas Persela Lamongan dengan imbalan uang sebesar Rp 40 juta bagi perangkat pertandingan.

"Bali United menghadapi Persela Lamongan, YT yang memesan pertandingan supaya Bali United menang dengan Rp 40 juta sebagai imbalan. Setiap pertandingan Bali United pasti ngasih 40 juta ke perangkat pertandingan," ujar narasumber dikutip Tribunnews dari Mata Najwa.

Namun, tuduhan itu dibantah langsung oleh Yabes Tanuri saat dihubungi langsung oleh tim Mata Najwa.

Menurut Yabes, pihaknya tidak pernah memesan kemenangan kepada perangkat pertandingan dengan mengiming-imingi uang sebesar Rp 40 juta.

"Tidak ada sama sekali dari saya. Kalau memerintahkan kemenangan kepada pemain pasti itu, saya ingin pemain menang," kata Yabes Tanuri.

"Begini, bonus ke pemain saja per pertandingan kalau menang Rp 100 juta lebih. Jadi tidak mungkin kami melakukan hal itu. Bonus ke pemain saja lebih besar, untuk gol juga ada. Bonus ke pemain itu banyak sekali," ujarnya menjelaskan.

Bahkan, Yabes mengaku bahwa dirinya tidak tahu menahu mengenai pemesanan pertandingan tersebut.

"Saya tidak tahu mengenai hal itu. Kalau tim mau menang, siapa sih tim yang tidak mau menang, kami langsung meminta ke pelatih dan pemain," ujarnya lagi.

Dalam acara Mata Najwa tersebut, sosok narasumber yang disamarkan identitasnya menyebut bahwa hampir semua pertandingan di Liga 1 sudah diatur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved