Peredaran Narkoba di Lapas Merajalela, FOKAN Minta Menkumham Evaluasi Dirjen Pemasyarakatan

Penjara dianggap penghuninya sebagai surga untuk dapat menjual, mengonsumi, hingga mengatur peredaran narkotika.

Peredaran Narkoba di Lapas Merajalela, FOKAN Minta Menkumham Evaluasi Dirjen Pemasyarakatan
Politic365
Ilustrasi di balik jeruji besi jadi surga peredaran narkotika. 

Keberadaan lembaga pemasyarakatan (lapas) bukan hanya menjadi tempat nyaman bagi para pengendali narkoba.

Namun di tempat itu malah dianggap penghuninya sebagai "surga" untuk dapat menjual, mengonsumi, hingga mengatur peredaran narkotika di Indonesia.

Ketum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN), Jefri Tambayong SH, menyebut bahwa lapas adalah tempat peredaran narkotika yang paling aman.

Para penghuni menyebut tempat itu adalah "apotek" dimana semua narkoba bisa dengan mudah didapat.

"Meski sudah beberapa kali diungkap, namun tempat itu pasti ada lagi," katanya di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Menurutnya, atas kondisi itu, ia meminta Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly untuk bertindak tegas. Karena peredaran narkotika didalam lapas sudah semakin merajalela.

"Saya setuju dengan apa yang sebelumnya disampaikan BNN bahwa hampir 90 persen pengendali narkoba ada didalam penjara, dan memang itu benar. Dan saya sangat yakin apalagi banyaknya oknum yang terlibat," ujarnya.

Atas kondisi itu dan melihat Indonesia yang sudah darurat narkoba, Jefri pun meminta dilakukan pergantian di Dirjen Pemasyarakatan. Dimana sosok dari TNI maupun polri, yang dianggap bisa mengatasi peredaran narkotika yang sudah semakin parah.

"Harus segera diganti, menurut saya libatkan TNI dan polri, karena saat ini sudah darurat narkoba," ungkapnya.

Contoh nyata yang pernah ditemukan, kata Jefri, adalah ketika dirinya menemukan seorang kakek yang bebas lebih cepat. Dimana si kakek malah memaki anaknya dan menilai diluar dirinya jantungan, namun didalam penjara ia malah aman.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved