Senin, 13 April 2026

PGN-Pertagas Kenalkan Tiga Maskot The Gas

The Gas merupakan gambaran dunia gas bumi yang telah diproduksi di dalam perut bumi jutaan tahun silam.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Ahmad Sabran
Warta Kota
Pepe, Gege, dan Een, Makhluk The Gas saat konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/2/2019). 

 Brand association "The Gas" merupakan bentuk sinergi Sub Holding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bersama PT Pertamina Gas (Pertagas).

The Gas adalah usaha dari PGN untuk memperkenalkan produknya kepada publik karena Produk PGN adalah gas bumi yang tidak bisa dipegang dan tidak memiliki kemasan.

"Apalagi, seperti yang kita tahu, PGN bukan perusahaan retail yang memiliki produk-produk yang secara langsung bisa dirasakan masyarakat seperti sampo, sabun, mi instan, dan lainnya," ujar Direktur Utama PGN, Gigih Prakoso dalam Konferensi Pers di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (16/2/2019).

The Gas merupakan gambaran dunia gas bumi yang telah diproduksi di dalam perut bumi jutaan tahun silam.

Dalam dunia The Gas, diimajinasikan tigas makhluk yang menjadi maskot The Gas yakni Pepe, Gege, dan Een.

Makhluk-makhluk itu adalah personifikasi dari molekul-molekul gas bumi. Pepe, Gege, dan Een adalah karakter dari dunia The Gas yang hadir di dunia nyata mewakili PGN sebagai korporasi.

Pepe, makhluk yang berwarna kuning mewakili infrastruktur pipa yang sudah dibangun oleh PGN. Warna kuning ini juga dianggap menggambarkan karakter PGN dan oara pekerjanya yang bekerja keras di lapangan untuk dapat mengangarkan energi baik di seluruh Indonesia.

Sedangkan Gege, makhluk biru dengan ukuran yang paling besar adalah representasi korporasi PGN sebagai perusahaan yang memiliki visi dan misi yang inovatif dan strategis dalam setiap kebijakannya.

Makhluk lainnya berwarna oranye adalah Een yang mewakili warna safety. Een menjadi representasi dari karakter PGN sebagai perusahaan yang mengutamakan keselamatan dan selalu bertindak atas dasar perhitungan yang matang.

"Dunia The Gas diharapkan dapat merepresentasikan sinergi baru PGN dan Pertagas untuk menjadi perusahaan gas terbesar yang menyalurkan energi baiknya untuk tanah air," jelas Gigih.

Sebagai lanjutan dari kebijakan pemerintah yang masih dalam rangkaian Holding BUMN Migas, proses integrasi Pertagas ke PGN telah resmi pada 28 Desember 2018 lalu.

Pembentukan Sub Holding Gas diproyeksikan membawa banyak manfaat bagi negara, Sub Holding Gas ini menguasai lebih dari 96% portofolio hilir gas.

Hal inipun akan menyukseskan ketercapaian target Rencana Unum Energi (RUEN) hingga tahun 2025, di antaranya sebanyak 4,7 juta sambungan rumah tangga (SRT) baru, 6.302 kilometer pipa hilir, dan 5.437 kilometer pipa hulu.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved