Rabu, 8 April 2026

Ini Kelompok Jaish-e-Mohammad, yang Klaim Serangan Bom Bunuh Diri di India Kashmir 

Pemerintah India menuding Pakistan melindungi kelompok di balik serangan paling mematikan pada tiga dekade terakhir di Kashmir tersebut.

Editor: Fred Mahatma TIS
india.com
Maulana Masood Azhar, seorang ulama di Pakistan, pendiri dan pimpinan kelompok Jaish-e-Mohammad yang melakukan serangkaian serangan terhadap India. 

Maulana Masood Azhar pemimpin Jaish-e-Mohammed merupakan salah satu dari tiga orang yang dibebaskan sebagai imbalan terhadap awak dan penumpang pesawat Indian Airlines yang dibajak dan diterbangkan ke Afghanistan.

KETEGANGAN antara India dan Pakistan berisiko kembali memanas usai insiden bom bunuh diri di India Kashmir yang menewaskan 41 pasukan paramiliter pada Kamis (14/2/2019).

Pemerintah India menuding Pakistan melindungi kelompok di balik serangan paling mematikan pada tiga dekade terakhir di Kashmir tersebut.

Bahan peledak yang dikemas ditempatkan dalam sebuah van yang menargetkan konvoi yang mengangkut 2.500 tentara, tak jauh dari kota Srinagar.

Kelompok Jaish-e-Mohammed yang bermarkas di Pakistan mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. India pun berjanji akan memberikan balasan setimpal terhadap Pakistan.

Pasca Bom Bunuh Diri di Kashmir, India Bakal Berikan Balasan Setimpal kepada Pakistan

Saat Konvoi, 37 Tentara Tewas Diserang Bom Bunuh Diri di India Kashmir

Mereka menggunakan kendaraan yang dikendarai oleh seorang pria yang dikenal dengan Aadil Ahmad alias Waqas Commando.

Lalu siapa kelompok Jaish-e-Mohammed?

Diwartakan BBC, Maulana Masood Azhar, seorang ulama di Pakistan, mendirikan kelompok itu setelah dibebaskan oleh India pada 1999.

Maulana Masood Azhar pemimpin Jaish-e-Mohammed merupakan salah satu dari tiga orang yang dibebaskan sebagai imbalan terhadap awak dan penumpang pesawat Indian Airlines yang dibajak dan diterbangkan ke Afghanistan.

Azhar dilaporkan bertemu dengan mantan pemimpin Taliban Mullah Omar dan pemimpin Al-Qaeda Oama Bin Laden ketika berada di Afghanistan.

Sebelumnya, India sempat menyalahkan Jaish-e-Mohammed (JeM) atas serangan terhadap parlemen di New Delhi pada Desember 2001. Namun, JeM membantah tudingan tersebut. Pada akhirnya, JeM secara resmi dilarang di Pakistan segera setelah serangan tersebut.

Namun, kelompok itu masih beroperasi dengan sejumlah nama seperti Afzal Guru Squad, Al-Murabitoon dan Tehreek-al-Furqan.

PASUKAN keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019).
PASUKAN keamanan India memeriksa sisa-sisa kendaraan yang hancur diserang bom bunuh diri oleh kelompok pemberontak Pakistan, Jaish-e-Mohammad, di dekat kota Awantipur, Lethpora di Kashmir, Kamis (14/2/2019). (AFP via Kompas.com)

Setelah serangan 2001, India juga menyalahkan JeM atas serangan terhadap pangkalan udara Pathankot di dekat perbatasan pakisran pada Januari 2016, yang menewaskan tiga pasukan keamanan.

Komandan JeM Noor Mohammad Tantray terbunuh oleh pasukan India pada Desember 2017, yang dipandang sebagai pukulan terbesar bagi kelompok itu.

Namun, laporan surat kabar India, The Print, melaporkan dukungan rahasia Pakistan kemungkinan menjadi alasan di balik makin meluasnya kekerasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved