Senin, 20 April 2026

Ojek Online

Aksi Pengepungan Pengendara Ojol Berakhir Damai, Security Mal Kokas Diminta Sopan saat Menegur

Pengepungan ratusan pengendara ojek online di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Tebet, Jakarta Selatan, berakhir damai.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Feryanto Hadi
Mediasi antara pengendara ojek online dan petugas keamanan Mal Kota Kasablanka yang difasilitasi pihak kepolisan, Jumat (15/2/2019). 

WARTA KOTA, TEBET ---  Pengepungan ratusan pengendara ojek online di Mal Kota Kasablanka (Kokas), Tebet, Jakarta Selatan, berakhir damai.

Perdamaian itu terwujud setelah pihak kepolisian melakukan mediasi antara perwakilan pengendara ojek online (ojol) dan security Mal Kota Kasablanka.

Sebelumnya, massa pengendara ojol menggeruduk mal itu lantaran marah. Alasannya, tindakan security mal  dianggap arogan saat menegur seorang pengendara ojol, Jumat (15/2/2019) siang.

Petugas keamanan bernama Predi (24) menjelaskan, pada pukul 09.50 WIB di luar area pintu masuk berhenti seorang pengendara ojek online.

"Saat diarahkan oleh rekan sesama satpam malah ojek online masuk ke dalam dengan mendorong motornya. Sudah diberi tau jangan masuk ke dalam wilayah mal Kokas, tapi ojol masuk saja," kata Predi saat memberi keterangan dalam proses mediasi.

"Beberapa kali ditegur satpam, seharusnya ojol ke depan halte, lalu nggak terima dan membentak satpam," ucap Predi lagi.

Kemenhub Gelar Uji Publik di Lima Kota untuk Matangkan Rancangan Peraturan Menteri Soal Ojek Online

Beberapa satpam kemudian membentak balik ojol. Saat itu, sempat terjadi adu mulut antara kedua belah pihak.

"Selanjutya satpam lain melerai kedua belah pihak pihak ojol supaya jalan, malah ojol berhenti di jalan keluar masuk," ucapnya.

Keributan tersebut terlihat oleh sesama pengendara ojol lain sehingga mereka ikut dalam keributan tersebut. Adu mulut pun terus terjadi antara pengendara ojol dan petugas satpam.

Sempat ada upaya berdamai yang dilakukan di pos satpam. Namun, dalam upaya damai di itu, cekcok kembali terjadi.

"Ojol yang bersangkutan mengatakan kalau saya bisa damai tapi nggak tau kalau teman saya. Selanjutnya beberapa menit kemudian terjadi kembali ribut," ucap Predi.

Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengungkapkan, beberap saat kemudian, puluhan pengendara ojek online berdatangan ke lokasi.

Tarif Batas Bawah Ojek Online Rp 2.000 Hingga Rp 2.500

Menurut Indra Jafar, mereka mendapat informasi bahwa ada pemukulan pengendara ojol  yang disebar melalui aplikasi WhatsApp.

Pukul 10.30 WIB dilakukan mediasi dipimpin Kapolsek Tebet Kompol Rachmat Eko, Wakapolsek AKP Dalby dan beberapa petugas lainnya.

"Hasil mediasi kedua belah pihak sepakat melakukan perdamaian. Pihak satpam Kokas meminta maaf kepada pihak ojek online dan pihal ojek online meminta maaf kepada pihak satpam Mal Kokas," ucap Kapolres Tebet Kompol Rachmat Eko.

Dalam mediasi itu, disepakati agar  pihak keamanan pusat perbelanjaan itu menegur secara baik-baik kepada pengendara ojek online, tidak bernada kasar maupun kekerasan sehingga menimbulkan efek sakit hati.

"Ojol diharapkan juga mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas dan juga peraturan dari Mal Kokas," Rachmat Eko.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved