Senin, 27 April 2026

Pilpres 2019

Fadli Zon Tegaskan Takkan Minta Maaf Soal Puisi Doa yang Ditukar: Mbah Maimun Kan Bukan Penguasa

PUISI Doa yang Ditukar karya Wakil ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, diprotes sejumlah pihak. Tapi, Fadli Zon tak akan minta maaf.

Warta Kota
Fadli Zon 

Menurut Kiai Apep, dalam pertemuan itu, dilakukan dialog soal bagaimana cara menepis hoaks dan fitnah yang saat ini bertebaran.

Satu di antara yang dibahas juga adalah soal puisi Doa yang Ditukar. Puisi itu menyangkut ulama senior KH Maimun Zubair.

"Dia sangat menghina ulama. Di mana kiai sepuh yang berdoa begitu ikhlas tapi dipelintir, bahwa itu merupakan doa yang dibayar. Padahal saya lihat Mbah Maimoen itu orang yang ikhlas dan sesepuh daripada satu partai Islam dan juga dia seorang ulama besar," beber Kiai Apep.

Relawan Milenial Minta Fadli Zon Mohon Maaf

Fadli Zon dan puisinya berjudul doa yang ditukar yang jadi polemik
Fadli Zon dan puisinya berjudul doa yang ditukar yang jadi polemik (Tribunnews.com/Tangkapan layar Twitter @fadlizon)

Sebelumnya diberitakan, Relawan Millenial Jokowi-Ma'ruf (Remaja) tengah mengkaji persoalan puisi "Doa Yang Tertukar" yang ditulis oleh Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Remaja mengadakan diskusi dengan Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN), Ade Irfan Pulungan.

Dalam penjelasannya terkait hoaks, Ade Irfan memandang hoaks sebagai sebuah kejahatan yang luar biasa.

"Hoaks menurut saya extraoradinary crime. Kejahatan sangat sangat luar biasa. Akibatnya malah lebih dahsyat dari korupsi maupun teroris," ujar Ade Irfan melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/2/2019).

Slamet Maarif Jadi Tersangka, Fadli Zon Merasa Tokoh-tokoh BPN Prabowo-Sandi Ditarget

Hasto Kristiyanto Beri Nilai 3 untuk Puisi Doa yang Ditukar Karya Fadli Zon

Sejalan dengan Ade Irfan, Ketua Umum Remaja, Misbahul Ulum, memandang persoalan hoaks dan ujaran kebencian seharusnya bisa lebih dibatasi jika para publik figur bisa memberikan keteladanan dengan tidak melakukan pembiaran, apalagi sampai ikut melakukan hal tersebut.

"Tokoh politik sebagai publik figur seharusnya menjadi teladan. Mereka hendaknya menunjukkan perilaku bermoral khususnya di ruang publik. Bukan justru sebaliknya, menunjukkan kebencian," ucap Misbahul.

Misbahul yang juga Wakil Direktur Penggalangan dan Jaringan TKN, menyontohkan kasus puisi Fadli Zon yang menurutnya jauh dari contoh moral publik.

"Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon harusnya sadar bahwa ia mewakili wajah rakyat Indonesia. Tidak layak bagi seorang pejabat publik menghina. Apalagi jika ditujukan kepada ulama sepuh yang dihormati semua kalangan seperti Mbah Moen," ucapnya.

Menegaskan sikap Remaja, Wakil Sekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menuntut agar Fadli Zon meminta maaf atas pelecehan yang dilakukan pada puisinya ‘Doa yang Tertukar’ kepada KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

"Sebagai santri, kami akan menerima permintaan maaf Fadli Zon jika dilakukan secara ikhlas, tertulis, dan terbuka. Jika tidak kami akan menempuh jalur hukum," kata dia. (Taufik Ismail/Dennis Destryawan)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved