Ecobrick Dinilai Mampu Kurangi Volume Sampah Plastik di Pulau Tidung

Upaya mengurangi volume sampah terus digalakkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pembuatan ecobrick.

Ecobrick Dinilai Mampu Kurangi Volume Sampah Plastik di Pulau Tidung
KOMPAS.com/Ira Rachmawati
Siswa SMA Katolik Hikmah Mandala sedang membuat huruf yang terbuat dari rangkaian ecobrick, yaitu penanganan sampah plastik dengan menguncinya di dalam botol plastik bekas, Rabu (21/2/2018).(KOMPAS.com/Ira Rachmawati) 

Upaya mengurangi volume sampah terus digalakkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pembuatan ecobrick.

Pembuatan ecobrick atau bata ramah lingkungan saat ini dilakukan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu.

Pembuatan ecobrick, kata Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi, sudah ada sejak dua minggu yang lalu.

Pembuatan ecobrick bertujuan mengurangi sampah plastik yang ada di Kepulauan Seribu khususnya di Pulau Tidung.

“Diketahuui, ecobrick ini memanfaatkan botol bekas minuman untuk diisi oleh sampah-sampah plastik. Ukuran (ecobrick) bebas, minimal ukuran 600 ml tapi kalau bisa pakai botol yang besar,” ucap Cecep, Selasa (12/2/2019).

Tagar #ThaiCoup Ramai di Twitter, Ada Kudeta di Thailand? Ini Klarifikasi PM Prayut Chan-o-cha

Jelang MU Lawan LFC Pundit Football Meyakini Liverpool Punya Keunggulan yang Tidak Dimiliki City

Bosan Jadi Aktor, Maxime Bouttier Jalani Debut sebagai Sutradara

Nantinya dengan tekanan dan berat tertentu, ecobrick ini menjadi lebih kuat untuk dijadikan kursi, pembatas taman, kaki meja, sehingga mengurangi volume sampah plastik.

“Takutnya kalau kosong, diberikan beban, dia kan meletot tuh, nah jadi memang ada standar bebannya. Nanti bisa kita manfaatkan untuk kaki meja, kaki kursi, atau keperluan yang lain,” katanya.

Cecep juga sudah memberikan imbauan dan edaran dengan mewajibkan para PPSU dan pengelola RPTRA yang ada di Pulau Tidung agar membuat satu botol ecobrick setiap harinya.

Hal itu bertujuan demi mengurangi volume sampah plastik.

Dua Pria Ini Menyetubuhi Teman Wanitanya Dalam Keadaan Mabuk

VIRAL: Dua Driver Ojol Sujud Syukur Dapet Umroh Gratis

Wali Kelas: Itu Fitnah Keji, Saya Tidak Pernah Cubit Anak atau Lakukan Tindakan Kekerasan

“Dengan jumlah PPSU 67 orang, RPTRA 6 orang total 73 orang. Harapannya, setiap hari ada 73 botol ecobrick. Sekarang ini di Pulau Tidung ada enam bank sampah dimana setiap RW ada satu bank sampah,” katanya.

Hingga saat ini sudah ada 40 botol ecobrick yang dihasilkan di Pulau Tidung.

Sampah plastik pun kini diklaim semakin sulit ditemukan di Pulau Tidung.

Sehingga pulau cantik tanpa sampah bisa terus digalakkan.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved