Jumat, 12 Juni 2026

Bonsai Terindah di Dunia Berusia 400 Tahun Dicuri, Ini Pesan Pemilik Kepada Pencurinya

Pohon bonsai koleksi Fuyumi dan Sheiji Iimura berusia 400 tahun seharga miliaran rupiah dicuri.

Tayang:
Editor: Suprapto
(SCMP)
Pohon bonsai koleksi Fuyumi dan Sheiji Iimura. 

Pohon bonsai koleksi Fuyumi dan Sheiji Iimura berusia 400 tahun seharga miliaran rupiah dicuri. Bonsai koleksi Iimura termasuk koleksi terindah di dunia.

FUYUMI Iimura memiliki pesan untuk orang yang menerobos masuk ke kebun keluarganya di luar kota Tokyo dan mencuri beberapa pohon bonsai terindah di dunia.

"Tolong sirami pohon itu," demikian pesan kolektor bonsai Fuyumi Iimura kepada sang pencuri.

Selama beberapa hari terakhir sekelompok pencuri bonsai berhasil menggondol beberapa koleksi milik Iimura.

Beberapa pohon bonsai itu bahkan merupakan bonsai yang dianggap bonsai terindah di dunia.

Lewat akun Facebooknya, Iimura mengatakan, dia seperti telah kehilangan seorang anak.

Hal terburuk yang ditakutkan Iimura adalah pohon-pohon itu tidak mendapatkan perawatan semestinya.

VIDEO VIRAL Edy Rahmayadi larang Berfoto Dua Jari dan Satu Jari Dengannya

Bonsai Ini Harganya Mencapai Rp 1,2 Miliar

Pendiri Gerindra Terang-terangan Membelot Dukung Jokowi, Rupanya Ini Alasannya

"Saya minta siapa pun yang mengambil bonsai-bonsai itu agar menyiraminya.

Pohon shimpaku (yang dicuri) sudah berusia 400 tahun. Pohon itu perlu perawatan dan akan mati tanpa air yang cukup," kata Iimura.

"Pohon-pohon itu bisa hidup selamanya, bahkan setelah kita meninggal dunia, jika menerima perawatan yang tepat," tambah Iimura.

Nampaknya, para pencuri ini tahu apa yang mereka incar.

Mereka mencuri sebanyak tujuh pohon yang paling mahal dalam koleksi Iimura.

Pohon termahal adalah shimpaku juniper yang bernilai 10 juta yen atau sekitar Rp 1,2 miliar.

Pohon bonsai koleksi Fuyumi dan Sheiji Iimura.
Pohon bonsai koleksi Fuyumi dan Sheiji Iimura. ((SCMP))

Jika ditotal ketujuh bonsai yang dicuri itu bernilai 13 juta yen atau sekitar Rp 1,6 miliar. Namun, di pasar gelap harganya bisa berlipat ganda.

"Kami memelihara pohon-pohon ini seperti memelihara anak sendiri. Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan kami. Rasanya seperti saat kaki atau tangan kita dicabut," tambah Iimura.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved