Selasa, 14 April 2026

Sebelum Marah, Ada Sembilan Hal Yang Harus Kita Renungkan Lebih Dulu

Adalah Adi Saptura. Pria itu geram dan marah saat ditilang polisi. Motor yang dikendarainya dirusak sendiri.

Penulis: AchmadSubechi | Editor: AchmadSubechi
KOMPAS.COM
Salah satu rage room yang disediakan di Temper Clinic. Pengunjung bisa memukul botol-botol yang ada dan mengacak-acak ruangan sebebas mungkin.(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra) 

MENGENDALIKAN emosi tak semudah membalik telapak tangan. Seperti yang dialami Adi Saptura (21), seorang pengendara motor yang merusak dan menghancurkan kendaraannya di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (7/2/2019).

Video itu sempat viral. Adalah Adi Saptura. Pria itu geram dan marah saat ditilang polisi. Motor yang dikendarainya dirusak sendiri. Sementara polisi yang menilangnya, hanya terdiam melihat Adi meluapkan emosinya.

Nah, bagaimana cara mengelola emosi? Seperti diberitakan Kompas.com, jika kamu merasakan luapan emosi seperti marah, kesal, sedih atau sedih dan ingin menghancurkan sesuatu, tahan dulu.

Mungkin Temper Clinic, salah satu tempat rekreasi baru di Jakarta ini bisa menjadi solusinya.

Jika masuk ke Temper Clinic, kita akan melihat empat ruangan dengan ukuran masing-masing sekitar 3 x 5 meter.

Di setiap ruangan akan disediakan alat pukul seperti tongkat baseball atau palu serta botol-botol kaca.

Semua botol dan barang-barang yang ada di ruangan boleh kita pukul sekeras mungkin dan hancurkan sehebat mungkin.

Kompas.com berkesempatan menjajal area rekreasi tersebut akhir pekan kemarin. Salah satu founder Temper Clinic, Eron, bercerita bahwa konsep ‘rage room’ atau ruang amuk tersebut sebetulnya tak hanya untuk menghilangkan stres namun juga untuk bersenang-senang.

"Sebenarnya lebih ke having fun. Pesan kami, orang-orang lebih baik seru-seruan kayak gini daripada merusak area publik. Kami sediakan tempatnya," kata Eron kepada KOMPAS Lifestyle, Sabtu (25/8/2018).

Emosi, lanjut Eron, tak selamanya negatif namun seringkali harus dilampiaskan. Dalam melampiaskannya, kita bisa memilih cara yang positif serta tidak membahayakan diri dan orang lain.

Di Temper Clinic kita tak hanya disediakan botol kaca, namun juga televisi.

Jadi, jika tak puas menghancurkan botol-botol kaca hingga kacau, kita masih bisa menghancurkan televisi.

Ide membuat ‘rage room’ didapatkan Eron dan para founder lainnya ketika melancong ke Athena, Yunani.

Mereka pun merasa konsep ‘rage room’ tersebut bisa dibawa ke Indonesia. Apalagi, banyak orang Indonesia yang gemar konsep bermain bersama-sama kerabat.

Tak hanya Athena, ‘rage room’ sebenarnya juga ada di beberapa negara lain. Eron mencontohkan, salah satunya adalah negara tetangga, Singapura.

Namun, masing-masing ‘rage room’ memiliki konsep berbeda. “Kami melihat, wah kayaknya ini menarik kalau disediakan di Indonesia,” ujarnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved