Mensos Berikan Program Keluarga Harapan Kepada 1000 Ibu di Tangerang
1.000 orang terdiri KPM penerima PKH dan BPNT dari Kecamatan Tangerang sebanyak 500 orang dan Kecamatan Karawaci sebanyak 500 orang.
Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) mendorong kemandirian ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sehingga, perlahan akan tergraduasi dan tidak lagi bergantung pada bansos.
"Bapak Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan menaikkan indeks bantuan mulai tahun 2019. Jadi, jumlah bantuannya ditambah sesuai kondisi keluarga ibu-ibu. Dengan kenaikan ini mudah-mudahan bisa disisihkan untuk ditabung," kata Agus Gumiwang Kartasasmita, saat bertemu ibu-ibu penerima bansos PKH di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (7/2/2019).
Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk mengambil bansos PKH juga memiliki fitur tabungan.
Jadi, uang bansos yang tidak diambil tidak akan hilang dan aman untuk disimpan di rekening bank.
"Penyaluran bansos non tunai ini merupakan gagasan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang bertujuan agar ibu-ibu mulai mengenal perbankan, mengenal menabung. Mudah-mudahan dalam jangka waktu tertentu uangnya cukup untuk modal usaha," ucap Agus Gumiwang Kartasasmita.
Untuk membimbing KPM memulai usaha, lanjut Agus Gumiwang Kartasasmita, Kemensos telah menyiapkan Pendamping PKH.
Oleh pendamping, mereka mendapatkan pengetahuan untuk mengelola uang bantuan agar digunakan dengan bijak untuk keperluan produktif.
Mensos kemudian menyontohkan, KPM Graduasi Mandiri dari Kota Tangerang, Marlina, yang juga hadir di tengah-tengah 1.000 KPM yang memadati tempat acara.
"Ibu Marlina menjadi contoh bagi kita semua bahwa keuletan dan tekad yang bulat dalam berusaha akan membuahkan hasil yang baik," ujar Agus.
Marlina adalah penerima PKH sejak tahun 2015. Warga Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang ini mengelola usaha parut kelapa.
Sejak menjadi penerima PKH ia mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan mendapatkan materi pengelolaan keuangan keluarga dan didorong untuk pengembangan usaha.
Dengan tambahan ilmu tersebut, Marlina dapat mengelola keuangan keluarga dan mengelola usaha lebih baik.
Usaha parut kelapa Marlina semakin meningkat dan secara sukarela mengundurkan diri dari PKH.
"Ibu-ibu sekalian, menabung itu penting. Dari hasil itu bisa digunakan memulai usaha rumahan. Nanti bisa konsultasi dengan Pendamping PKH untuk detilnya ya," ungkap Mensos.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pkhbpnt.jpg)