Rabu, 6 Mei 2026

Baru 6 Bulan Bebas, Kakek Ini Nekat Merampok Bank Supaya Dipenjara Lagi

Seorang kakek nekat merampok bank supaya dipenjara. Rupanya ia betah di penjara terbaik yang pernah dihuninya di Wisconsin, AS.

Tayang:
istimewa
William J Gallagher (68) nekat merampok bank supaya bisa dipenjara di Wisconsin yang dinilainya sebagai penjara terbaik. 

Seorang eks narapidana di Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali dipenjara tak beberapa lama setelah dibebaskan.

William J Gallagher baru enam bulan merasakan status sebagai orang bebas setelah menyelesaikan 20 tahun hukuman atas percobaan pembunuhan di New Jersey.

Diwartakan Oddity Central pada Selasa (5/2/2019), Gallagher merampok Bank Chase di Milwaukee setelah sebelumnya naik kereta di Chicago.

Namun, alih-alih mengambil uang dalam jumlah besar, kakek berusia 68 tahun itu malah meminta petugas uang 100 dollar AS atau Rp 1,3 juta.

Setelah itu dia meminta petugas untuk menelepon polisi, dan dengan tenang menunggu hingga penegak hukum dan menangkapnya.

Usut punya usut, Gallagher sengaja merampok bank di Wisconsin setelah mendengar cerita dari rekan sesama napi bahwa penjara di sana terbaik di AS.

Dia mengaku tidak bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan luar setelah menghabiskan hampir seperempat hidupnya dari balik jeruji besi.

"Kepada saya, napi 72 tahun itu mengatakan sudah sering keluar masuk penjara, dan memuji Wisconsin karena makanannya enak," ujar Gallagher di pengadilan.

Alasan lain Gallagher ingin dipenjara di Wisconsin adalah karena fasilitas kesehatan yang diterima napi tergolong besar.

Ketika masih dipenjara di New Jersey, Gallagher menjalani perawatan kanker di punggung dengan dokter menemukan tiga kelenjar getah bening di perut.

Namun, alasan paling penting Gallagher adalah dia tidak bisa menyatu dengan kehidupan luar, dan tak ingin jadi beban keluarganya.

Bingung, hakim David Hansher kemudian bertanya apakah dia pernah menonton film Shawshank Redemption tentang kisah karakter bernama Brooks Hatlen.

Hatlen yang diceritakan sebagai pustakawan penjara memilih bunuh diri tak lama setelah dibebaskan karena dia merasa tak bisa berbaur dengan masyarakat.

Kepada Hakim Hansher, Gallagher menuturkan bahwa karakter itu mirip dirinya.

Bedanya adalah dia tidak berpikir untuk mengakhiri hidup.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved