TPST Bantar Gebang

Warga Bantar Gebang Berharap DKI Jakarta Segera Punya Pengolahan Sampah Sendiri

Warga Bantar Gebang ingin DKI Jakarta tidak menumpuk sampahnya di sekitar tempat tinggalnya. Namun, mereka tak kuasa untuk menyuarakannya.

Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Para pemulung mengais rejeki di TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI --- Keberadaan Tempat Pengolahan Terpadu (TPST) Bantar Gebang menjadi dilema bagi warga sekitar Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Dalam hati kecil sejumlah warga, terbesit keinginan agar sekitar tempat tinggal mereka bebas dari bau sampah.

Namun, keluh kesah itu hanya mengendap dalam hati dan pikiran warga Bantar Gebang.

Bahkan, uang kompensasi yang selama ini diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tak senilai dengan apa yang selama ini mereka rasakan di sekitar tempatnya bermukim.

Mereka pun pasrah menerima kondisi lingkungannya yang penuh tumpukan sampah dan bau.

"Keinginan untuk tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah pasti ada. Apalagi sampah DKI ini banyak bangat. Tapi mau gimana, kita mah legowo," kata seorang ibu yang ingin namanya dirahasiakan, saat dijumpai Warta Kota, beberapa hari lalu.

Perempuan yang sudah tinggal puluhan tahun di sekitar TPST Bantar Gebang pun harus membiasakan dirinya menghirup bau tak sedap akibat tumpukan sampah.

Air Limbah TPST Bantar Gebang Juga Bermasalah Bukan Hanya Ada Persoalan Gunungan Sampah

Bukan hanya perkara bau, warga sekitar lainnya pun mengeluhkan kualitas air yang buruk dan banyak warga yang menderita diare.

"Dampak terasa, tapi lama-lama biasa dan kebal. Kecuali orang-orang yang baru datang biasanya suka kena diare atau gatal kulit," ucap ibu  yang sudah bercucu tiga itu.

Uang kompensasi bau yang diterima setiap tiga bulan sekali itu, diakuinya  tidak bisa mengganti keluhan yang selama ini  dirasakannya.

Namun, kompensasi dan perhatian baik dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi kepada warga yang terdampak untuk menutupi semua keluh kesah itu.

"Waktu awal-awal banget kita dibiarkan, tidak ada perhatiannya. Waktu TPST masih dikelola swasta," ucapnya.

"Tapi sekarang uang kompensasinya terus meningkat, layanan kesehatan, pendidikan maupun air bersih sudah mulai terasa," katanya lagi.

DPRD Kota Bekasi Dukung Kenaikan Uang Kompensasi Bau Sampah Bantar Gebang

Sementara itu warga lainnya, yang juga enggan disebut namanya,  memiliki keinginan yang sama.

Dia ingin agar DKI Jakarta tidak kembali membuang sampah di Bantar Gebang. Dia berharap agar DKI Jakarta bisa memiliki tempat pembuangan atau pengolahan sampah sendiri.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved