2 Pasien Terduga DBD di Depok Meninggal dari Sejumlah 504 Pasien DBD

Jadi, informasi yang kita dapat, memang ada yang meninggal. Tapi apakah meninggalnya karena DBD, ini masih kita investigasi.

2 Pasien Terduga DBD di Depok Meninggal dari Sejumlah 504 Pasien DBD
Warta Kota/Gopis Simatupang
Umi Zakiati, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok. 

"Dari 504 pasien itu, yang sudah dapat dipastikan menderita DBD sebanyak 436. Sementara sisanya masih diduga," bilang Umi. Dia mengatakan, angka 504 merupakan kalkulasi baik yang masih dirawat atau pun sudah sembuh.

Diungkapkannya, hingga kini terdapat lima dari 63 kelurahan se-Kota Depok yang memiliki kasus DBD terbanyak. Kelima kelurahan itu antara lain Cipayung (38 kasus), Beji (36 kasus), Pancoran Mas (34 kasus), Ratujaya (30 kasus), dan Harjamukti (22 kasus).

Angka kasus DBD diperkirakan masih akan terus meningkat seiring dengan musim hujan yang belum berakhir. Namun, dia berharap jumlah penderita DBD dapat menurun meski hujan masih terus mengguyur kota belimbing itu.

"Penginnya sih angkanya menurun tidak perlu tunggu sampai musim hujan berakhir. Makanya warga harus ikut menjaga rumahnya masing-masing agar bersih dari jentik nyamuk," katanya.

Sesuai edaran Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, Umi mengimbau warga untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) minimal satu minggu sekali.

"Tidak perlu setiap hari. Cukup satu minggu sekali tapi rutin. Karena waktu yang dibutuhkan dari jentik menjadi nyamuk itu 8-9 hari. Jadi, sebelum menjadi nyamuk, kita harus berantas jentiknya," bilangnya.

PSN dapat dilakukan dengan cara 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali atau daur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, plus sejumlah pencegahan seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, kelambu, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tumbuhan pengusir nyamuk, dan sebagainya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved