Peserta BPJS-TK Kota Bekasi Mendapatkan Hak Penuh setelah Terdaftar Sebulan

JKM diterima oleh masing-masing ahli waris sebagaimana aturan yang berlaku dan komitmen BPJS-TK kepada pemerintah daerah.

Peserta BPJS-TK Kota Bekasi Mendapatkan Hak Penuh setelah Terdaftar Sebulan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Lima ahli waris penerima insentif dan seorang tenaga kerja kontrak Pemerintah Kota Bekasi mendapat uang santunan Jaminan Kematian (JKM), Selasa (29/1/2019) siang. 

Lima ahli waris penerima insentif dan seorang tenaga kerja kontrak Pemerintah Kota Bekasi mendapat uang santunan jaminan kematian (JKM), Selasa (29/1/2019) siang.

Mereka mendapat uang santunan sebesar Rp 24 juta per orang dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) cabang Bekasi Kota, yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.

Padahal, mayoritas di antara mereka baru saja genap terdaftar selama satu bulan dalam kepesertaan jaminan itu.

"JKM diterima oleh masing-masing ahli waris sebagaimana aturan yang berlaku dan komitmen BPJS-TK kepada pemerintah daerah," kata Rahmat Effendi, Selasa (29/1/2019).

Lima ahli waris penerima insentif dan seorang tenaga kerja kontrak Pemerintah Kota Bekasi mendapat uang santunan Jaminan Kematian (JKM), Selasa (29/1/2019) siang.
Lima ahli waris penerima insentif dan seorang tenaga kerja kontrak Pemerintah Kota Bekasi mendapat uang santunan Jaminan Kematian (JKM), Selasa (29/1/2019) siang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Rahmat mengatakan, lima penerima insentif dari pemerintah daerah yang meninggal dunia bernama Ngalim Budiono selaku Ketua RT 03/06 Kelurahan Margajaya; Nana Suparna Sekretaris RT 04/02 Kelurahan Kayuringin Jaya.

Muhammad Nurtjahjanto, Ketua RT 03/10 Kelurahan Kayuringin Jaya; Ganjar Purwanto Ketua RW 011 Kelurahan Jatirasa; Cecep Micang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) RT 05/01 Kelurahan Duren Jaya. Terakhir pegawai tenaga kerja kontrak (TKK) yang meninggal dunia atas nama Suryadi. DIa bekerja sebagai petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

"Jaminan ketenagakerjaan ini bisa digunakan sebaik mungkin untuk yang ditinggalkan, seperti buat usaha ataupun biaya sekolah anak," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, sejak Desember 2018 lalu pemerintah daerah dengan BPJS-TK telah berkomitmen untuk mendaftarkan penerima insentif dari kepersertaan jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

Tercatat ada sekitar 22.000 penerima insentif dari pemerintah daerah yang akan dilindungi BPJS-TK secara bertahap.

Mereka terdiri dari anggota Linmas, kader Posyandu, Ketua RT, Ketua RW, kader Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK), marbot masjid dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved