Properti
Perkembangan Infrastruktur Dongkrak Pertumbuhan Properti 2019
PERTUMBUHAN properti 2018 tidak terlalu menggembirakan. Namun, tahun ini optimis industri properti akan tumbuh seiring pembangunan infrastruktur.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
PERTUMBUHAN properti tahun 2018 lalu tidak terlalu menggembirakan. Kondisi ekonomi nasional dan global yang kurang stabil membuat para investor dan konsumen menahan diri untuk berinvestasi di sektor properti.
Kondisi stagnan yang terjadi tahun 2018 lalu diperkirakan tidak akan berlanjut di tahun ini. Meskipun tahun politik, pertumbuhan properti di tahun 2019 ini akan meningkat.
Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan pembangunan infrastruktur yang sudah hampir rampung menjadi penggerak bagi pertumbuhan properti tahun ini.
• Tunjuk Sinergi Stern Investindo, LLC, Investor Besar AS Siap Bangun Properti di Indonesia
“Tahun 2018 lalu penjualan properti untuk menengah ke atas sangat berat. Hanya hunian subsidi yang mengalami kenaikan signifikan. Hal ini karena kondisi rupiah yang terus mengalami pelemahan. Tahun ini kami optimis industri properti akan tumbuh,” papar Totok dalam acara Rumah123.com Property Outlook 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2018).
Menurut Totok, pembangunan infrastruktur hampir semua akan rampung pada bulan April mendatang. Sebut saja, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail transit (LRT), dan beberapa ruas jalan tol. Hal ini akan memacu pertumbuhan di daerah-daerah sekitar infrastruktur itu.
“Seiring dengan itu, pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) akan tumbuh di sekitar proyek infrasturktur yang baru dibangun. Ini menarik bagi end user (konsumen). Meskipun sebagian besar hunian TOD dikuasai BUMN, namun pengembang swasta juga mengincar daerah di sekitar TOD tersebut,” tutur Totok.
LTV Bank Indonesia
Kepala Bidang Primer Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Asep Nurwanda mengatakan, sektor konstruksi dan sektor real estate diperkirakan tetap tumbuh stabil sejalan dengan progress investasi bangunan serta keberlanjutan penyediaan infrastruktur, dan program-program perumahan rakyat.
“Penerimaan sektoral properti meningkat 6,9% dari tahun 2017 ke tahun 2018. Realisasi penerimaan pajak dari sektor ini mencapai Rp 83,51 triliun per 31 Desember 2018. Tahun 2019 ini pemerintah terus berkomitmen mendukung program perumahan melalui APBN sebesar Rp 10,39 triliun,” papar Asep.
Sementara Manajer Departemen Makro Prudensial Bank Indonesia Bayu Adigunawan mengatakan pemerintah dipastikan akan memberikan dukungan besar di tahun 2019 dengan adanya infrastruktur yang semakin membaik diberbagai area.
“Kebijakan LTV dari Bank Indonesia yang membuat bunga KPR masih dalam presentase yang terbilang bersahabat dapat memudahkan para konsumen properti melakukan pembelian."
"Kemudahan dan juga bonus yang semakin beragam dari para developer di tahun 2019 adalah kesempatan untuk para pencari properti untuk melakukan pembelian,” jelas Bayu.
Membaik
Ignatius Untung selaku Country General Manager Rumah123.com mengatakan menghadapi tahun 2019 yang diprediksi akan berat oleh para pelakunya, namun bila dilihat kebelakang selama 2018 trend industri properti semakin membaik. Maka, para pencari properti justru disarankan untuk melakukan pembelian di tahun 2019.
“Pasar Properti yg masih melambat sejak 2015 membuat harga properti terlihat lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya memperkuat alasan mengapa ini adalah waktunya beli properti,” papar Ignatius.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/lukas-bong.jpg)