Sabtu, 11 April 2026

Ditangkap, Perawat di AS yang Hamili Pasien Vegetatif hingga Melahirkan

SEORANG perawat di Arizona, AS, ditangkap atas dugaan menghamili pasien yang berada dalam kondisi vegetatif dan melahirkan bayi 29 Desember 2018.

Editor: Fred Mahatma TIS
Istimewa
ILUSTRASI Rumah sakit 

SEORANG perawat di Arizona, Amerika Serikat, ditangkap atas dugaan menghamili pasien yang berada dalam kondisi vegetatif dan melahirkan bayi pada 29 Desember 2018.

Kasus itu telah menggemparkan publik, hingga membuat pimpinan rumah sakit mengundurkan diri.

Korban yang merupakan pasien vegetatif berusia 29 tahun telah dirawat di Klinik Hacienda Health Care di Phoenix selama lebih dari 10 tahun.

Pasien Koma 10 Tahun Lahirkan Bayi, Pimpinan Klinik di AS Mengundurkan Diri

Ditanya Masalah Migran, Paus Fransiskus: Itu Kecemasan yang Bikin Kita Gila

Diwartakan AFP, Kamis (24/1/2019), tersangka diidentifikasi bernama Nathan Sutherland (36). Dia dikenai pelanggaran pelecehan seksual dan pelecehan terhadap orang dewasa yang tak berdaya.

Penangkapan pelaku bermula ketika pihak berwenang melakukan pencocokan DNA. Hasilnya, DNA Sutherland cocok dengan bayi tersebut.

Sutherland diketahui sebagai perawat berlisensi yang bertanggung jawab memberikan perawatan kepada korban. Dia telah bekerja di Hacienda HealthCare selama 7 tahun.

"Di fasilitas ini seharusnya Anda aman dan ternyata seseorang tidak demikian," kata Wali Kota Phoenix Thelda Williams.

Istri Sutherland disebut mengajukan cerai pada 5 Desember 2018, beberapa pekan sebelum skandal itu menggegerkan publik.

Sebelum dipekerjakan, Sutherland telah melewati pemeriksaan latar belakang secara ketat. Sekarang, manajemen rumah sakit memecatnya.

"Sekali lagi, kami mengajukan permintaan maaf dan mengirimkan simpati kepada pasien dan keluarganya, kepada masyarakat, dan kepada mitra kami," demikian pernyataan manajeman Hacienda HealthCare.

Bukan koma, tapi vegetatif

Sebelumnya, sempat diberitakan korban berada dalam kondisi koma. Pihak keluarga mengklarifikasi bahwa dia berada dalam kondisi vegetatif dan bukan koma.

"Orangtua korban ingin menjelaskan bahwa dia tidak dalam keadaan koma," kata pengacara keluarga pasien, seperti dikutip dari People.

"Dia tidak berbicara tetapi memiliki beberapa kemampuan untuk menggerakkan anggota badan, kepala dan lehernya. Putri mereka merespons suara dan mampu membuat gerakan wajah," lanjutnya.

"Dia adalah anak perempuan yang dicintai, meskipun dengan disabilitas intelektual," lanjut pernyataan itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved