Pemilu 2019

Surat Suara Pemilu 2019 Mulai Dicetak, DKPP Berharap Tidak Ada Hoaks Lagi

Anggota DKPP Alfitra Salam berharap KPU dan Bawaslu memantau pencetakan surat suara dengan baik, sehingga tidak ada kebocoran.

Surat Suara Pemilu 2019 Mulai Dicetak, DKPP Berharap Tidak Ada Hoaks Lagi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) dan Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (kanan) menunjukkan surat suara Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019, di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Validasi surat suara dilakukan dengan tanda tangan dari peserta pemilu. Validasi ini merupakan bagian akhir proses validasi surat suara. 

DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ikut memantau pencetakan perdana surat suara Pemilu 2019 di sejumlah perusahaan, Minggu (20/1/2019).

Anggota DKPP Alfitra Salam berharap KPU dan Bawaslu memantau pencetakan surat suara dengan baik, sehingga tidak ada kebocoran.

"Kami harap KPU dan Bawaslu bekerja sesuai aturan, prosedur, sehingga enggak ada pelanggaran administrasi," katanya.

Sukses Antarkan Persija Juara Liga 1 2018, Teco Hijrah ke Bali United

Dengan adanya peninjauan pencetakan perdana surat suara pemilu, ia berharap tidak ada kabar palsu mengenai surat suara.

"Kemudian kami harap tidak ada hoaks lagi. Kami harap setelah ini hoaks enggak ada lagi. Kalau ada semoga segara bisa dibantah," ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat, khusunya pers, untuk segera melaporkan kepada DKPP bila ada masalah atau pelanggaran pencetakan surat suara.

Polisi Tegaskan Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Tak Terkait Politik

"Kami mohon rekan pers kalau ada pelanggaran saat pencetakan dilaporkan ke DKPP," pintanya.

Sebelumnya, informasi hoaks soal tujuh kontainer surat suara tercoblos sempat disampaikan oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief  melalui akun media sosial Twitter. Dia mengungkapkan, kabar itu diterima dari grup WhatsApp.

"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak terjadi fitnah harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar," tulisnya.

Klinik di Cakung Kebakaran Saat Ditinggal Pegawainya

KPU lantas bergerak cepat dan memastikan informasi tersebut palsu alias hoaks. Polisi tak lama kemudian menciduk pembuat konten hoaks tersebut.

Kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meninjau pencetakan perdana surat suara Pemilu 2019, yang dilakukan secara serentak di sejumlah perusahaan. Salah satunya di PT Gramedia, satu dari enam perusahaan konsorsium pemenang pengadaan dan pendistribusian surat suara.

"Hari ini percetakan perdana surat suara, dan serentak kita lakukan di Jakarta, Surabaya, dan Makasar," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di Kantor Gramedia, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Minggu, (20/1/2019).

Kaki Tiga Anak Bekasi Melepuh Saat Main di Lahan Kosong yang Diduga Tercemar Limbah Minyak

Ada pun enam  perusahaan yang mendapatkan hak pengadaan surat suara itu adalah PT Aksara Grafika Pratama sebanyak 68.176.374 surat suara, PT Balai Pustaka 137.894.529 surat suara, PT Gramedia 292.019.984 surat suara, PT Temprina Media Grafika 25.019.544 surat suara, PT Puri Panca Puji Bangun 107.714.90 surat suara, dan PT Adi Perkasa Makasar 77.054.270 surat suara. Total surat suara yang dicetak sebanyak 939.879.651 surat suara.

"Keenam perusahaan atau konsorsium tersebut tersebar di 35 lokasi dengan nilai kontrak Rp 603.342.100.900," ungkapnya. (Taufik Ismail)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved