Koran Warta Kota
Satgas Antimafia Bola Belum Berencana Periksa Edy Rahmayadi
Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo mengatakan, belum ada rencana pemeriksaan terhadap Edy Rahmayadi.
"Saya tahunya dari media. Saya kira itu hak beliau karena Kemenpora kan tidak melakukan intervensi atau tekanan apa pun," kata Gatot S Dewa Broto.
Gatot berujar, dengan mundurnya Edy Rahmayadi PSSI harus melakukan pembenahan.
Bahkan, PSSI juga disarankan untuk segera menggelar kongres luar biasa (KLB) guna menghindari hal serupa kembali terjadi.
"Kini PSSI harus segera berbenah, menunjuk siapa aktornya dan mempersiapkan KLB. Jangan sampai kondisi yang sama terulang kembali, pucuk pimpinan ganti, tetapi motor organisasi tetap itu-itu juga," ujar Gatot.
Bukan ranah Kemendagri
Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengatakan, pihaknya tidak campur tangan terkait keputusan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dari jabatan Ketua Umum PSSI.
"Enggak,enggak ada. Kita nggak mencampuri. Kemendagri (urusannya) kalau tidak bisa menyelenggarakan kepemerintahan daerah baru ranahnya Kemendagri. Kalau PSSI bukan ranah kami," kata Hadi.
Hadi pun menegaskan selama ini Edy tidak pernah berkonsultasi dengan Kemendagri terkait hal tersebut.
"Konsultadi ke Kemendagri nggak ada. Selama ini tidak ada ya, kalau penyelenggaraan daerah baru di Kemendagri ya," kata Hadi.
Gentle
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai keputusan pengunduran diri Ketua PSSI Edy Rahmayadi harus dihormati oleh semua pihak.
Bamsoet, panggilan akrabnya, mengatakan Edy merupakan sosok yang berani mengakui kegagalan memimpin PSSI dengan cara mengundurkan diri.
"Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI. Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya," kata Bamsoet.
Harus diakui, kata Bamsoet, prestasi Timnas Indonesia belum mampu menunjukkan hasil yang menggembirakan selama dipimpin oleh Edy Rahmayadi.
"Hal ini juga diperparah dengan terkuaknya kasus mafia sepakbola, terkait dengan pengaturan skor. Satgas Anti Mafia Bola menemukan adanya mafia bola di Liga 2 dan Liga 3 PSSI. Sejumlah tersangka pun telah ditetapkan aparat kepolisian dalam kasus tersebut," ujar legislator Partai Golkar itu. (Tribun Network/gta/mam/den/wly)
Berita selengkapnya baca koran Warta Kota edisi Senin, 21 Januari 2019
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/edy-mundur.jpg)