Jumat, 17 April 2026

Ini Kata-kata 'Umpatan' yang Aman Diucapkan YouTuber oleh Pihak Youtube

Untungnya, YouTube memberikan petunjuk bagi para kreator atau YouTuber, kata-kata kotor apa saja yang boleh dan tidak boleh diucapkan di dalam video.

Editor: PanjiBaskhara
ISTIMEWA
YouTube 

YouTube kerap menghadapi kritikan dari publik jika ada konten yang dianggap tidak pantas oleh banyak orang.

Salah satunya, penggunaan umpatan atau kata kotor yang tidak semua masyarakat nyaman mendengarnya di video YouTube.

Jika terbukti melanggar pedoman YouTube, kreator atau YouTuber akan menghadapi masalah monetisasi.

Untungnya, YouTube memberikan petunjuk bagi para kreator atau YouTuber, kata-kata kotor apa saja yang boleh dan tidak boleh diucapkan di dalam video.

Polres Metro Jakarta Utara Blender 11.167,49 Gram Sabu, Hasil Tangkapan November 2018

Fahri Hamzah Harap Debat Perdana Pilpres Besok Lebih Seru Ketimbang Piala Dunia

Melalui kanal Creator Insider, umpatan berbahasa Inggris yang cenderung lebih lunak seperti "damn", 'dang "shoot", dan "hell" masih aman digunakan dalam video YouTube.

Konteks aman di sini artinya, kata-kata tersebut tidak akan berpengaruh buruk pada keputusan pengiklan yang bakal tampil di video tersebut.

John, perwakilan dari tim kebijakan monetisasi YouTube mengatakan bahwa para kreator bebas mengucapkan kata-kata tersebut sesering mungkin, termasuk digunakan sebagai judul dan thumbnail.

Sementara kata kotor yang sangat kasar dan dilarang muncul di jam-jam prime time televisi, juga disebut cukup aman digunakan para kreator.

Ikatan Dai Aceh Masih Tunggu Jawaban Jokowi-Maruf Amin dan Prabowo-Sandi Soal Tes Baca Alquran

Berkas Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Masih di Kejaksaan, Sebelum 1 Februari Diyakini Lengkap

Asalkan, kata tersebut tidak sering digunakan dan tidak muncul di awal video, serta tidak boleh digunakan sebagai judul dan thumbnail.

John menambahkan bahwa konten terburuk yang akan membahayakan monetisasi adalah konten yang banyak menampilkan cercaan rasial, merendahkan, dan konten kebencian yang diarahkan terhadap suatu individu atau kelompok orang tertentu.

Konteks memang menjadi kunci untuk video tertentu, misalnya saja video komedi.

Tapi menaruh kata-kata kotor yang sangat kasar ke dalam video, judul, atau thumbnail akan mengancam monetisasi video.

Prabowo Sebut Banyak BUMN Bangkrut, Jokowi: Kalau Bicara Pakai Data, Jangan Pesimis Lah

Aris Idol Ditangkap Polisi Saat Nyabu, Hasil Pengembangan Kasus Sebelumnya

Bahkan jika para kreator menggunakan "bleeping" atau menyensor suara umpatan, hal itu tidak akan banyak menolong monetisasi konten untuk mengundang para pengiklan.

Dilansir Kompas.com yang dirangkum KompasTekno dari Mashable, Rabu (16/1/2018), setidaknya ada tiga hal dalam menggunakan kata kotor yang akan memengaruhi status monetisasi.

"Tiga hal yang akan kami lihat adalah, judul video, gambar thumbnail, dan seberapa sering kata kotor disebut di awal video," jelas John.

Diduga Korsleting Listrik, 3 Ruko di Cilincing Hangus Terbakar

Motornya Digadaikan, Suami Kalap Lalu Tega Bacok Istri

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved