Minggu, 31 Mei 2026

Menjadi Polemik, Bus Trans Jawa Milik Kementerian Perhubungan Dibatalkan

Setelah menimbulkan polemik soal rencana bus khusus yang melayani Tol Trans Jawa atau bus Trans Jawa, Kementerian Perhubungan membatalkan rencana itu.

Tayang:
ist
Jembatan Kali Kuto yang berada di jalan Tol Trans Jawa. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Setelah menimbulkan polemik soal rencana bus khusus yang melayani Tol Trans Jawa atau bus Trans Jawa, Kementerian Perhubungan membatalkan rencana itu.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan akan membuka trayek bus khusus yang melayani Tol Trans Jawa.

Rencana pembukaan trayek bus khusus Trans Jawa ini setelah Tol Trans Jawa sudah tersambung pada akhir tahun 2018.

Kementerian Perhubungan membatalkkan karena perusahaan otobus atau PO bus eksisting atau yang sudah ada menyanggupi membuka trayek tersebut.

Pemilik PO bus menilai tidak dibutuhkan penugasan khusus untuk membuat perusahaan baru.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, dari hasil rapat yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan menghasilkan arahan akan lebih optimal untuk memberdayakan fasilitas bus yang sudah ada.

"Pak Menteri Perhubungan mengatakan akan lebih mengoptimalkan yang sudah ada karena mereka juga menggunakan jalan tol. Tapi ada upaya untuk membuat terminal di rest area," kata Budi, Rabu (9/1/2019).

Rapat itu diselenggarakan Kementerian Perhubungan bersama Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Selasa (8/1/2019).

Menurut Budi, pengadakan trayek atau perusahaan bus baru, ternyata akan berhadapan dengan banyak regulasi dan uji coba yang akan susah dipenuhi.

Apalagi penggunaan bus Trans Jawa ini sudah diharapkan dapat beroperasi pada periode mudik Lebaran tahun ini.

Makanya, opsi yang diputuskan untuk bus lintas tol Trans Jawa ini adalah tetap menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang sudah ada, namun terdapat kajian pembangunan terminal di rest area dalam tol.

Menanggapi ini, Kurnia Lesani Adnan, Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), mengatakan, pihaknya siap melayani kebutuhan untuk trayek lintas tol Trans Jawa ini.

"Wacananya adalah memaksimalkan bus yang sudah ada, agar menjadi pilihan masyarakat," kata Kurnia.

Untuk semakin mempermudah akses masyarakat, Kurnia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan jangkauan bus saar tiba di Jakarta agar bisa sampai ke area kota.

Sebab selama ini bus yang tiba dari luar kota Jakarta, tertahan di terminal Pulaugebang.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved