Minggu, 26 April 2026

Isu Suap

Dibully di Instagram, Maman Abdurrahman Mencoba Tegar dan Maafkan Warganet

Maman Abdurrahman hujat publik terkait dugaan suap saat Final Piala AFF 2018. Meskipun begitu, dia mencoba tegar dan maafkan warganet.

Penulis: Gisesya Ranggawari |
Warta Kota/Gisesya Ranggawari
Maman Abdurrahman 

Satu hari setelah pernyataan ADS di televisi, pada Kamis (20/12/2018) siang, Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mengundang ADS, Maman Abdurrahman, Firman Utina, dan Hamka Hamzah, serta mantan pemain timnas hadir dalam konferensi pers.

Pada konferensi pers tersebut, ADS mengaku tidak pernah secara jelas menuduh Maman Abdurrahman menerima suap atau terlibat pengaturan skor.

"Saya klarifikasi, saya tidak pernah menuduh saudara Maman Abdurrahman menerima suap. Karena saya juga tahu tidak punya bukti," kata ADS di depan wartawan.

"Nama Maman keluar ya hanya kebetulan saja saya sebut namanya karena secara teknis dia salah dan dia pun mengakui kesalahan itu sangat fatal," ucap Andi.

Pada gol pertama Malaysia yang dicetak Safee Sali, Maman terpeleset sehingga lini pertahanan Indonesia terbuka.

Maman Abdurrahman : Demi Allah, Saya Tidak Melakukan Itu!

Akui salah

Maman Abdurraham mengaku bahwa dirinya melakukan kesalahan fatal saat mengawal pemain Malaysia dan terpeleset sampai kecolongan gol pertama.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa  tidak ada unsur lain di balik itu selain kesalahannya sendiri.

"Saya gentle mengakui saya melakukan kesalahan teknis pada saat itu, tapi tidak ada unsur appun. Saya akui melakukan blunder. Dan saya menyesali itu. Tapi sama sekali tidak ada unsur lain," ucapnya.

"Saya kaget tiba-tiba Instagram saya banyak yang komentar. Saya tidak melakukan apa apa, tapi saya banyak sekali diserang. Demi Allah saya tidak melakukan itu," kata Maman kepada wartawan, Kamis (20/12/2018) siang saat konferensi pers bersama APPI.

Maman Abdurrahman Terseret Kasus Pengaturan Skor di Final AFF Cup 2010, Ini Tanggapannya

Selanjutnya para pemain yang bersangkutan akan bekerja sama dengan satgas investigasi yang dibentuk Polri untuk menuntaskan mafia bola di persepakbolaan Indonesia.

"Para pemain sudah menerima kesediaannya bekerja sama dengan tim satgas investigasi Polri untuk mengungkap kasus ini" tutur General Manager Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Pornayo Astaman. 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved