Tsunami Pantai Anyer
Guru SD Negeri di Depok Jadi Korban Tsunami Anyer
Lina Marlina (59) guru di SDN Pitara 1 di Pancoran Mas, Depok, menjadi salah satu korban tewas akibat terjangan tsunami
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran
Lina Marlina (59) guru di SDN Pitara 1 di Pancoran Mas, Depok, menjadi salah satu korban tewas akibat terjangan tsunami yang terjadi di Pantai Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.
Selain Lina, suaminya Dodi (60) juga menjadi korban. Mereka adalah warga Jalan Desa Raga Jaya, Tanjakan Kramat, Gang Mawar, Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Saat kejadian Lina bersama suami, anak, menantu dan cucu serta sopirnya tengah liburan ke Anyer.
Namun naas, Lina dan suaminya Dodi, terhempas tsunami yang datang, Sabtu malam. Sementara anak, menantu dan cucunya selamat. Sedangkan Heri, sopir mereka, sampai berita ini diturunkan masih dinyatakan hilang.
Hal itu dikatakan Ketua PMI Depok Dudi Miraz, kepada Warta Kota, Minggu (23/12/2018).
"Dari informasi pasti yang kami dapatkan, almarhumah merupakan guru di SDN Pitara 1, Pancoran Mas, Depok. Suaminya juga meninggal saat kejadian. Sedangkan anak, menantu dan cucunya selamat. Sampai Minggu sore tadi, sopirnya belum ditemukan dan dinyatakan masih hilang," kata Dudi.
Jenasah Lina dan suaminya Dodi kata Dudi sudah dibawa ke rumahnya di Bojonggede, Bogor. Kedua jenasah sampai di kediaman mereka pukul 17.45.
Rencananya jenasah akan dimakamkan berdampingan di TPU di Bojonggede, Senin (24/12/2018) pagi.
Kepala SDN Pitara 1, Supriatna mengatakan seluruh jajaran sekolah sangat berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Lina dan suaminya Dodi.
Menurutnya selama ini, Lina dikenal sebagai guru yang penuh dedikasi dan menerapkan kasih sayang saat mengajar. "Almarhumah akan pensiun pada bulan Februari 2019, mendatang," katanya.
Sebelumnya bocah sepuluh tahun Ismail Hamizan asal Cinere, Depok juga menjadi salah satu korban tsunami yang menerjang Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.
Namun warga Jalan Muhajir, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Depok tersebut selamat. Meskipun ia mengalami patah tulang kaki dan sempat tak sadarkan diri.
Ia sempat pula dirawat di Puskesmas Panimbang, Pandeglang, Banten, sebelum akhirnya dibawa ke RS Puri, Cinere, Depok.
Joko, salah satu kerabat dari korban tsunami warga Cinere, mengatakan saat dirawat di Puskesmas Panimbang, Ismail diketahui kehilangan kedua orangtua serta adik perempuannya yang berusia 5 tahun, Maryam.
"Ia datang ke Tanjung Lesung bersama keluarga dengan kerabat saya di acara gathering PLN," kata Joko yang masih mencari kerabatnya yang hilang di Banten, Minggu (23/12/2018).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/evakuasi-korban.jpg)