Selasa, 28 April 2026

Ini Warga Magelang yang Nikahi Bule Cantik dari Manchester

KEDUA sejoli ini baru melangsungkan pernikahan, Minggu (16/12/2018) di rumah Nur Khamid yang ada di Magelang.

Dokumen Nur Khamid dan Poli Alexandrea
Suasana saat pernikahan Nur Khamid, pemuda berusia 26 tahun, asal Dusun Gaten, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dengan Poli Alexandrea Robinson, gadis cantik berusia 21 tahun, warga negara asing asal Manchester, Inggris, di rumah orangtua Khamid di Dusun Gaten, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Minggu (16/12/2018) 

"Kedepan kami tetap akan langsungkan pernikahan secara resmi, setelah menunggu syarat-syarat yang lengkap,” ujar Khamid.

Setelah melangsungkan pernikahan pada hari Minggu (16/12)  di Magelang, kedua pasangan muda itu langsung bertolak kembali ke Pulau Bali pada keesokan harinya,Senin (17/12) malam.

Kisah cinta dari Nur Khamid, pemuda berusia 26 tahun, asal Dusun Gaten, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dengan Poli Alexandrea Robinson, gadis cantik berusia 21 tahun, warga negara asing asal Manchester, Inggris. (Istimewa)
Nur Khamid sendiri mengaku sebagai pemilik sebuah rumah makan bernama Luku Kitchen di daerah Seminyak Bali.

Nur Khamid sempat menanggapi foto dan video pernikahan mereka yang viral dan tersebar luas di media sosial.

Ia hanya tertawa saja, karena niatnya hanya untuk menghalalkan hubungan dirinya dengan istrinya, Poli.

Meski begitu, ia berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi inspirasi positif untuk masyarakat di luar sana.

“Sebenarnya saya tidak tahu bisa tersebar seperti ini, tahu-tahu saja sudah viral di media sosial. Niat saya cuma untuk menghalalkan hubungan kami, Namun karena sudah terlanjur viral cuman bisa berharap kisah saya ini bisa mengispiratif hal yang positif kepada para warganet,” tutur Khamid.

Ibunda dari Nur Khamid, Juwariyah (60) sendiri tak menyangka anaknya menikah dengan Poli, seorang WNA asal Inggris, tetapi ia merasa senang atas pernikahan anaknya.

Pernikahan digelar pada hari Minggu (16/12) Kliwon, pukul 08.00 WIB pagi hari, secara siri.

Pihak keluarga semua juga sudah merestui keduanya untuk menikah, meski kedua mempelai memiliki banyak perbedaan.

Ia sendiri berpesan kepada Nur Khamid dan Poli, agar keduanya dapat berbakti kepada orangtuanya.

"Senang sekali, harapannya jadi orang baik dan berbakti sama orangtua, itu saja, kami merestui dan mendoakan mereka," kata Juwariyah.

Juwariyah, di mata keluarga, menantunya, Poli, adalah orang yang baik. Poli sudah tiga kali berkunjung ke rumah Nur Khamid di Magelang, bertemu dengannya, ayah Nur Khamid, serta keluarga besar di sana.

Meski Poli tak dapat berbicara bahasa (Indonesia), ia berkomunikasi dengan keluarga dengan bahasa isyarat saja.

"Dua tahun mereka berhubungan sampai sekarang. Poli itu orangnya baik. Tiga kali berkunjung ke sini. Ya, ngga bisa bahasa indonesia, sehingga harus pakai isyarat, semisal kalau mau makan, minum, kami layani," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved