Rabu, 20 Mei 2026

Ini Tren Warna Rumah Tahun 2019

Setelah tahun ini, warna biru kehijau-hijauan telur asin yang jadi tren. Tahun ini diperkirakan warna tersebut mulai jenuh dan berganti.

Tayang:
Penulis: |
WARTA KOTA/LILIS SETYANINGSIH
Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia Mark Liew dan dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A (pakai jas). 

ANDA penggemar warna kuning? Tahun depan saatnya warna favorit anda jadi tren.

Setelah tahun ini, warna biru kehijau-hijauan telur asin yang jadi tren.

Tahun ini diperkirakan warna tersebut mulai jenuh dan berganti menjadi kuning.

Warna seperti juga fashion selalu berubah tiap tahun.

Para pelaku bisnis yang banyak bermain dengan warna, tentu saja akan mengikuti tren yang ada. Salah satunya produsen cat Nippon Paint.

Sudirman Said Menilai Tren Korupsi di Era Jokowi Dampak Lemahnya Kontrol Sosial

Assistant General Manager Nippon Paint Indonesia Mark Liew mengatakan, setiap tahun tren warna biasanya diterbitkan bersama para pelaku industri.

Warna tren tahun depan sudah diterbitkan di Singapura belum lama ini.

Pasar lokal di Indonesia pasti akan mengikuti tren tersebut.

"Tahun ini di-push warna kuning jreng, kita sebutnya kuning es mambo. Kita juga sudah buat iklannya," ujar Mark dalam kampanye rumah sehat belum lama ini di JCC.

Tegas Pada Diri Sendiri Guna Membangun Pola Makan Sehat yang Baik

Selain menjelaskan tren warna, pada kesempatan itu juga diadakan kampanye Rumah Sehat.

Kegiatan tersebut, Nippon Paint bersama dr. Caessar Pronocitro, M.Sc, Sp.A, memberikan edukasi kepada keluarga Indonesia melalui talkshow “Waspada Kuman Penyakit di Area Rumah” pada Indonesia Maternity Baby & Kids Expo.

Berdasarkan hasil survey kepada 200 orangtua, 70 persen mengatakan anak mereka banyak menghabiskan 8–20 jam setiap harinya di dalam ruangan.

Anak–anak juga banyak melakukan aktivitas di dalam ruangan yang kontak langsung dengan dinding.

Dokter Caessar Pronocitro menjelaskan, rumah merupakan lingkungan utama untuk anak sehingga keamanannya harus dipastikan secara menyeluruh.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa dinding sebagai area terbesar dalam rumah menjadi salah satu medium penularan bakteri dan juga pencetus alergi yang perlu lebih diwaspadai.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved