Jumat, 17 April 2026

VIDEO: Protes Pemagaran Pasar Cisalak, Warga Pasang Spanduk 50 Meter

Spanduk penolakan dibentangkan di samping gedung Pasar Cisalak, Kota Depok, Minggu

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Ahmad Sabran

Setelah berhasil menghentikan pengerjaan lanjutan pemagaran tembok di area Pasar Cisalak, Sabtu (17/11/2018) kemarin, ratusan warga sekitar juga memasang spanduk sepanjang 50 meter dan selebar sekitar 1 meter, sebagai bentuk penolakan pengerjaan pemagaran yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tersebut.

Spanduk penolakan dibentangkan di samping gedung Pasar Cisalak, tepatnya di pertemuan antara ruas Jalan Gadog dan Jalan Uhan di RW 6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Minggu (18/11/2018).

Tulisan di atas spanduk berbunyi diantaranya 'Pajak Kami Menghidupimu, Hidup Kalian Membebani Kami'. Lalu 'Hormati Sertifikat Kami Juga' serta 'Kami Rakyat-Warga Jangan Diganggu'.

Tulisan tampak di tulis tangan dengan cat merah di atas spanduk warna putih.

"Spanduk ini sengaja di pasang warga agar Pemkot Depok, tak perlu coba-coba lagi melanjutkan pemagaran. Sebab sudah kesekian kalinya warga menghentikan pengerjaan pemagaran yang mulai masuk ke depan rumah atau tempat usaha warga," kata Sejati, warga RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, kepada Warta Kota, Minggu (18/11/2018).

Ia menjelaskan selama Pemkot Depok melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) tidak membatalkan rencana pemagaran, maka ketegangan dan situasi kurang kondusif akan terus terjadi di sana.

Sebab warga akan terus berjaga-jaga untuk memastikan kelanjutan pemagaran tidak masuk ke ruas jalan di depan rumah dan tempat usaha warga.

Sebelumnya ratusan warga di sekitar area Pasar Cisalak yakni di RT 3/6 dan RT 2/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok kembali berhasil menghentikan pengerjaan pemagaran tembok area Pasar Cisalak di ruas jalan yang dianggap warga adalah jalan umum, Sabtu (17/11/2018).

Sejumlah pekerja dengan didampingi kepolisian dan petugas Satpol PP Depok yang mencoba melanjutkan pemagaran, tak kuasa menahan halauan dari warga.

Warga berhasil mengusir belasan pekerja dari sana.

Seperti diketahui setelah terhenti beberapa lama dan tidak ada kesepakatan dengan warga sekitar, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tampaknya tetap ngotot untuk melanjutkan pemagaran tembok setinggi sekirar 2,10 meter, di seluruh area Gedung Pasar Cisalak termasuk akses jalan warga di sekitarnya, Sabtu (17/11/2018) siang ini.

Meski begitu ratusan warga dan pemilik tempat usaha di sekitar pasar, terutama di Jalan Gadog dan di Jalan Uhan, tampak berjaga-jaga untuk menghalau dan menghentikan pengerjaan pemagaran yang dilakukan sejumlah pekerja.

Karenanya potensi kericuhan dapat terjadi di sana. Sebab warga akan melakukan perlawanan jika Pemkot Depok tetap melanjutkan pemagaran sampai ke jalan di depan deretan rumah dan tempat usaha warga, di jalan atau.akses keluar masuk pasar.

Warga menilai jalan adalah fasilitas umum atau jalan umum berdasarkan sertifikat tanah yang dimilki sebanyak 103 warga di RT 3/6 dan RT 2/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Ujang, Sekertaris RT 3/6, Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, mengatakan akibat tidak adanya titik temu saat pertemuan warga dengan Pemkot Depok yang berakhir dengan walk outnya seluruh warga, pada Kamis (15/11/2018) lalu Pemkot Depok tampaknya tetap akan melanjutkan proyek pemagaran yang akan menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 Miliar itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved