Breaking News:

BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Sosialisasikan Manfaat Program

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kelapa Gading menggelar sosialisasi manfaat program perlindungan kepada puluhan karyawan Auto 2000, FIF, dan PT. Albany Co

Warta Kota/Junianto Hamonangan
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kelapa Gading menggelar sosialisasi manfaat program perlindungan kepada puluhan karyawan Auto 2000, FIF, dan PT. Albany Corona Lestari Wilayah Bali Denpasar. 

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kelapa Gading menggelar sosialisasi manfaat program perlindungan kepada puluhan karyawan Auto 2000, FIF, dan PT Albany Corona Lestari Wilayah Bali Denpasar.

Sosialisasi diselenggarakan dengan pembahasan meliputi 4 Program Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun), penggunaan Aplikasi SIPP Online sebagai instrument pelaporan upah tenaga kerja, pembayaran iuran tepat waktu, dan pendaftaran upah yang sebenarnya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kelapa Gading, Pepen S Almas mengatakan, sosialisasi ini gencar dilakukan dengan tujuan setiap perusahaan binaan Kacab Jakarta Kelapa Gading punya pemahaman lebih tentang BPJS Ketenagakerjaan.

“Kegiatan ini juga untuk mengawal kepesertaan terdaftar di Kantor Cabang Jakarta Kelapa Gading demi meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja itu sendiri,” ucapnya, Selasa (13/11/2018).

Adapun pemahaman sosialisasi yang pertama adalah 4 Program Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan untuk pekerja, kemudian Jaminan Kematian (JKM) berupa santunan yang diterima apabila tenaga kerja meninggal dunia.

Selain itu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKM) dimana santunan yang diterima apabila tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja serta yang terakhir Jaminan Pensiun (JP) di mana bisa diklaim apabila sudah mencapai usia pensiun.

Pepen juga mengimbau untuk melaporkan upah tenaga kerja yang sebenarnya agar manfaat yang diterima oleh pekerja tersebut penuh dan optimal.

Tidak kalah penting adalah pelaporan iuran tersebut harus tepat waktu serta menggunakan aplikasi SIPP Online dalam melaporkan data setiap bulannya.

“Tentunya kita tidak ingin setiap tenaga kerja menerima manfaat program perlindungan yang tidak maksimal dikarenakan pihak perusahaan tidak melaporkan upah tenaga kerja yang semestinya,” katanya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved